Pernah mendengar kalimat, "Di kantor ini, kita semua sudah seperti keluarga," saat sesi interview atau rapat mingguan? Di telinga, frasa ini memang terdengar sangat hangat, suportif, dan penuh kepedulian. Namun di dunia profesional yang keras, label kekeluargaan ini sering menjadi jebakan tak kasat mata.
Banyak perusahaan memanfaatkan kedok emosional ini sebagai taktik psikologis untuk mengaburkan batasan profesional. Bukannya merasa nyaman, pekerja malah sering kali terjebak dalam rasa serba salah. Biar kariermu tidak terhambat, mari bedah 5 red flag budaya perusahaan toxic yang paling sering bersembunyi di balik kata "keluarga"!
