Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

59 Anggota DPRD Jateng Jalani Swab, Sekwan Beberkan Alasannya

59 Anggota DPRD Jateng Jalani Swab, Sekwan Beberkan Alasannya
Tenaga kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD) mengambil tes swab dari pekerja pabrik tepung, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di desa Moriya pinggiran kota Ahmedabad, India, Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave)
Share Article

Semarang, IDN Times - Sejumlah anggota DPRD Jawa Tengah menjalani tes swab PCR menyusul tingginya mobilitas mereka saat berkerja setiap hari. Sekretaris DPRD Jateng, Urip Sihabudin mengatakan tes swab yang digelar terbagi dalam dua hari yaitu pada Jumat pekan lalu dan hari ini, Senin (21/9/2020).

"Untuk yang kemarin ada 59 anggota yang diswab. Nah, sisanya diperiksa kesehatannya hari ini. Kita kepenginnya 120 anggota dewan ikut swab semua biar tahu perkembangan kesehatannya," kata Urip saat dikonfirmasi IDN Times.

1. Tes swab digelar di semua komisi dan fraksi di Gedung DPRD Jateng

Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Ia mengaku tes swab digelar di seluruh ruangan komisi dan fraksi di Gedung DPRD Jateng. 

"Kita akan periksa semua anggota ditambah staf-staf fraksinya juga. Mereka harus diswab karena kondisinya saat ini masih pandemik COVID-19," bebernya.

2. Sekwan DPRD anggap anggota dewan punya mobilitas yang tinggi

Ilustrasi rapat DPRD Kota Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu)
Ilustrasi rapat DPRD Kota Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu)

Urip menjelaskan tes swab yang dilakukan pihaknya merupakan langkah yang rutin untuk mengecek kesehatan anggota DPRD yang masih bekerja selama masa pandemik.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tes swab sudah dibiayai dari anggaran DPRD Jateng. "Kan ini cek kesehatan yang rutin kita lakukan. Cuma kita periksa kesehatannya secara menyeluruh. Termasuk swab juga. Soalnya mereka aktivitas kerjanya sangat tinggi, sering keluar kota menemui banyak warga," ungkapnya.

Kita belum tahu berapa yang positif, hasil swabnya baru bisa ketahuan hari ini," urainya.

3. Ganjar usul acara pertemuan resmi harus dikurangi

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo membacakan ikrar tolak intolerasi dan radikalisme. Dok.Humas Pemkot SOlo
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo membacakan ikrar tolak intolerasi dan radikalisme. Dok.Humas Pemkot SOlo

Sedangkan, Gubenur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan dengan kondisi sejumlah daerah yang masuk zona merah COVID-19, maka nantinya proses rapat-rapat bisa diselenggarakan menggunakan e-voting.

"Dengan situasi daerah yang masuk zona merah, apalagi kemarin ada anggota Bawaslu Boyolali yang meninggal karena COVID-19, maka saya sarankan apa gak sebaiknya mengurangi pertemuan yang resmi. Bisa diganti dengan e-voting," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews