Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Truk Material Tambang Bikin Jalan Kalipancur Semarang Rusak: Perbaikan Pelan!

Truk Material Tambang Bikin Jalan Kalipancur Semarang Rusak: Perbaikan Pelan!
Perbaikan jalan di kawasan Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Intinya Sih
  • Tingginya lalu lintas truk pengangkut material dari kawasan tambang Kalipancur menyebabkan kerusakan berat di Jalan Kalipancur dan Abdulrahman Saleh, sehingga perbaikan tak bisa sekadar tambal sulam.

  • DPU Kota Semarang menerapkan metode perbaikan berbeda sesuai tingkat kerusakan, mulai dari patching hingga rekonstruksi struktur jalan dengan penguatan pondasi agar tahan beban kendaraan berat.

  • Pemkot Semarang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatur kendaraan angkutan material, guna mencegah kerusakan berulang dan memastikan hasil perbaikan jalan lebih awet serta aman bagi pengguna.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Kerusakan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, belakangan ramai dikeluhkan warga melalui media sosial. Pemerintah Kota Semarang mengungkap tingginya lalu lintas truk pengangkut material menjadi salah satu penyebab utama jalan cepat rusak sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan hanya dengan tambal sulam.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang pun mempercepat perbaikan sejumlah titik jalan dengan metode yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan di lapangan.

1. Truk material dari kawasan galian pertambangan jadi penyebab kerusakan jalan

kalipancur, jalan rusak, perbaikan jalan
Perbaikan jalan di kawasan Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan kerusakan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh dipengaruhi tingginya intensitas kendaraan angkutan material yang keluar masuk kawasan galian tambang di wilayah Kalipancur.

Kondisi tersebut membuat beberapa ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup berat karena harus menahan beban kendaraan bertonase besar setiap hari.

“Penanganan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan. Untuk kerusakan ringan dilakukan penutupan lubang atau patching, sedangkan kerusakan sedang hingga berat ditangani melalui perbaikan perkerasan maupun rekonstruksi struktur jalan berdasarkan hasil evaluasi teknis,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

2. Tidak semua jalan bisa langsung diaspal

kalipancur, jalan rusak, perbaikan jalan
Perbaikan jalan di kawasan Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Menurut Suwarto, sebagian ruas Jalan Candi Penataran Raya di kawasan Kalipancur telah selesai dilakukan pengaspalan. Namun, untuk titik yang mengalami kerusakan lebih parah, proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama karena struktur jalan harus diperkuat terlebih dahulu.

Perbaikan jalan yang rusak berat dilakukan dengan menggali badan jalan, memasang cerucuk bambu sebagai penguat pondasi, mengisi material lapis pondasi agregat (LPA), dan dilanjutkan dengan pengaspalan.

Metode tersebut dipilih agar hasil perbaikan lebih kuat dan mampu menahan beban kendaraan berat yang rutin melintas di kawasan tersebut.

3. Jalan Abdulrahman Saleh juga segera ditambal

jalan rusak, perbaikan jalan, kalipancur
Perbaikan jalan di kawasan Tanjakan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Selain Jalan Kalipancur, DPU Kota Semarang juga menjadwalkan pekerjaan patching atau penambalan lubang di Jalan Abdulrahman Saleh. Salah satu titik yang akan diperbaiki berada di depan SMP H. Isriati.

Untuk kerusakan yang masih tergolong ringan, penanganan dilakukan dengan penutupan lubang agar tidak membahayakan pengguna jalan. Sementara kerusakan dengan kategori sedang hingga berat memerlukan rekonstruksi jalan yang lebih kompleks.

4. Pemkot koordinasi atasi kendaraan angkutan material

jalan rusak, jalan berlubang, perbaikan jalan, jalan semarang, dpu semarang
Perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang. (dok. DPU)

Pemerintah Kota Semarang mengakui perbaikan jalan tidak akan optimal apabila faktor penyebab kerusakan tidak turut ditangani. Karena itu, Pemkot terus berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai kendaraan angkutan material yang melintasi ruas jalan tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga jalan yang telah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi kondisi jalan. Masukan tersebut sangat membantu percepatan identifikasi kerusakan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur,” kata Suwarto.

DPU Kota Semarang memastikan proses perbaikan akan terus dilakukan pada sejumlah titik yang masih mengalami kerusakan berdasarkan hasil survei teknis. Pemerintah berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya mengembalikan kondisi jalan, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur yang lebih tahan terhadap beban kendaraan di kawasan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More