Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Sebab Seseorang Gampang Tergiur Gaya Hidup di Media Sosial
ilustrasi media sosial (unsplash.com/Austin Distel)

Sebagai milenial dan gen z, platform media sosial apa saja yang kamu miliki? Tidak dapat dimungkiri jika kehadiran media sosial membawa peranan penting. Selain sebagai sarana berkomunikasi, sekaligus sebagai wadah berekspresi.

Setiap tren bisa diketahui dengan mudah. Sampai-sampai ada orang yang gampang tergiur dengan gaya hidup di media sosial. Mereka rela melakukan segala cara meskipun tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Mungkin deretan hal di bawah ini yang membuat seseorang gampang tergiur gaya hidup di media sosial.

1. Tidak mampu menyaring tren

ilustrasi penampilan trendi (unsplash.com/Joshua Cun)

Kehadiran media sosial tentu membawa warna tersendiri. Kamu pasti sudah tidak asing dengan berbagai tren yang muncul. Tapi yang patut dipertanyakan, apakah semua tren itu layak diikuti? Kamu harus mempertimbangkan dengan baik.

Saat seseorang tidak mampu menyaring tren yang muncul, ia gampang tergiur gaya hidup di media sosial. Segala hal yang terlihat menarik akan diikuti. Mereka tidak mau tahu jika hal itu bisa membawa dampak negatif. Bahkan membuat hidupnya terjebak dalam kepalasuan.

2. Tuntutan gaya hidup hedon

ilustrasi gaya hidup hedon (unsplash.com/Freestocks)

Di era sekarang ini, banyak orang menekankan tolak ukur kebahagiaan dengan gaya hidup mewah. Jika tidak memiliki hal tersebut, dianggap sebagai manusia yang sengsara. Hal tersebut menjadi prinsip yang susah dihilangkan dari pemikiran banyak orang.

Jika kamu memiliki gaya hidup hedon, lebih baik segera hilangkan. Ini adalah sikap yang membuat seseorang gampang tergiur gaya hidup di media sosial. Hanya untuk sebuah kemewahan sesaat, mereka rela menghabiskan banyak uang untuk berfoya-foya.

3. Tidak memiliki pemikiran jangka panjang

ilustrasi berpikir (unsplash.com/Kyle Broad)

Setiap sikap dan keputusan pasti memiliki konsekuensi yang harus ditanggung. Kamu tidak bisa mengambil keputusan secara asal. Sebaliknya, harus memiliki pemikiran jangka panjang. Sudahkah kamu menerapkan hal tersebut dalam menjalani hidup?

Tidak memiliki pemikiran jangka panjang merupakan alasan seseorang yang kerap tergiur gaya hidup di media sosial. Mereka tidak memiliki pedoman yang pasti dalam menjalani hidup. Fokus kehidupannya hanya untuk kesenangan sesaat.

4. Tidak mampu berpikir realistis

ilustrasi berpikir (unsplash.com/Kev Costello)

Mereka yang mampu berpikir realistis pasti mempertimbangkan situasi yang dihadapi. Termasuk mengenai sisi positif dan negatif. Tapi sayangnya, di era sekarang ini banyak orang yang tidak lagi memperhatikan pola pikir tersebut. Mereka cenderung bertindak secara asal.

Apa yang terjadi saat seseorang tidak mampu berpikir secara realistis? Salah satunya gampang tergiur gaya hidup di media sosial. Mereka hanya bertindak untuk menuruti kesenangan sesaat. Padahal belum tentu menjanjikan kebahagiaan yang sebenarnya.

5. Terjebak perbandingan sosial

ilustrasi selfie (unsplash.com/Samsung UK)

Siapa yang tidak kenal dengan kehadiran media sosial? Bagi generasi muda, kehadiran media sosial dianggap sebagai kebutuhan. Sampai-sampai ada yang gampang tergiur dengan gaya hidup di media sosial.

Mereka bisa seperti ini karena terjebak perbandingan sosial. Terutama saat melihat orang lain yang memamerkan pencapaian atau kebahagiaan hidupnya. Hal ini bisa memicu rasa tidak puas terhadap kehidupan sendiri karena merasa tertinggal.

6. Dorongan validasi dan pengakuan

ilustrasi berpikir (unsplash.com/Kev Costello)

Validasi tidak seharusnya dijadikan tujuan utama dalam menjalani hidup. Karena standar pencapaian dan kebahagiaan kamu sendiri yang merasakan. Orang lain hanya melihat dari sisi luar, dan tidak benar-benar mengetahui alur kehidupan yang kamu jalani. Karena pujian bukan satu-satunya standar kebahagiaan.

Seseorang gampang tergiur gaya hidup media sosial juga ada sebab dibaliknya. Mereka adalah tipe individu yang haus validasi dan pengakuan. Dengan mengikuti gaya hidup yang dianggap menarik, maka akan memperoleh respon positif serta pengakuan sebagaimana yang diharapkan.

Media sosial harus dimanfaatkan secara bijaksana. Selain membawa dampak positif, ternyata juga lekat dengan pengaruh menjerumuskan. Tidak terkecuali dalam hal gaya hidup. Sekarang mari tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kamu menggunakan media sosial secara bijaksana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article