Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
66 ODGJ Terpapar COVID-19, Griya PMI Peduli Solo Lockdown
Ilustrasi ODGJ (IDN Times/Sunariyah)

Surakarta, IDN Times - Sebanyak 104 orang dari Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo terkonfirmasi Positif COVID-19. Jumlah tersebut terdiri dari 9 orang staff, 29 orang Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan 66 orang warga dengan status Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ).

1. Bermula dari satu orang yang merasa tak enak badan.

ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Ceo PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto mengatakan kasus tersebut ditemukan bermula dari keluhan salah satu warga Griya PMI yang merasa tidak enak badan. Kemudian pada Kamis (03/02/2022) melakukan test swab dan hasilnya dinyatakan positif.

"Tadi pagi keluar hasilnya, langsung kita lakukan swab ke 184 orang dan 103 dinyatakan positif," katanya, Jumat (04/03/2022).

Lebih lanjut, Sumartono mengaku tidak tahu menahu dari mana paparan virus tersebut berasal. Kendati demikian, pihaknya langsung melakukan lockdown sementara Griya PMI Solo selama 14 hari kedepan.

2. Lakukan lockdown sementara.

Tenda darurat yang terpasang di Griya PMI Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Untuk memisahkan warga yang positif dan negatif, Griya PMI telah membangun tenda untuk dihuni warga yang tak terpapar atau dinyatakan negatif. Sedangkan, yang terkonfirmasi Positif ditempatkan di dalam Griya PMI, yang saat ini dijadikan tempat isolasi terpusat.

Selain memisahkan warga, Griya PMI juga menutup akses pintu masuk dan keluar. Serta meniadakan jadwal kunjungan dan meliburkan yang sedang melakukan PKL untuk menjalani isolasi mandiri dirumah.

"Kami tidak menerima kunjungan baik dari keluarga maupun yang ber donasi, sementara kita tutup dulu sambil menunggu sesuai aturan lah 2 minggu," katanya.

3. Alamu gejala ringan

ilustrasi batuk (freepik.com/jcomp)

Lebih lanjut, Sumartono menjelaskan meski kasus yang terkonfirmasi Positif ini didominasi oleh ODGJ, Pihaknya tidak menambah treatmen khsus. Lantaran lebanyakan dari mereka mengalami gejala ringan.

"Perlakuannya sama seperti orang biasa, kita ada dokter langsung diberi vitamin. karena cuma batuk pilek gejalnya jadi tidak diberi obat-obat yang lain sesuai resep dokter," kata Sumarfono. .

Pengawasan pun diperketat tertama di lokasi akses pintu masuk dan keluar. Sejumlah satpam juga diperketat.

"Sudah kita pisah penjagaan juga sudah ada disana, harapannya segera lekas membaik" tutupnya.

Editorial Team

Related Article