Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Detail Arsitektur Peninggalan Belanda Tetap Dipertahankan di Stasiun Tawang Baru
Sejumlah perempuan membawa koper saat berjalan di selasar peron Stasiun Tawang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)
  • Stasiun Semarang Tawang, cagar budaya peninggalan Hindia Belanda, direvitalisasi menjadi Tawang Baru dengan komitmen PT KAI menjaga nilai sejarah dan keaslian bangunan.
  • Kubah utama, kanopi baja berpaku keling, pintu-jendela kayu jati, serta langit-langit tinggi tetap dipertahankan sambil dipadukan dengan pencahayaan dan pendingin udara modern.
  • Ubin kuno, jam analog hall utama, serta fasad berdinding bata dengan lengkungan asli dirawat; fasilitas baru dirancang selaras agar tidak menutupi karakter bangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal abad ke-20

Elemen arsitektur Stasiun Semarang Tawang bergaya Indische Empire dan Art Deco dirancang oleh J.P. de Borst.

kini

PT KAI mempertahankan elemen sejarah Stasiun Semarang Tawang saat kawasan direvitalisasi menjadi Tawang Baru. Kubah, kanopi baja, pintu-jendela kayu, langit-langit, tegel kuno, jam analog, serta facade lengkung tetap dijaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Kereta Api Indonesia mempertahankan tujuh elemen arsitektur kolonial di Stasiun Semarang Tawang dalam revitalisasi kawasan menjadi Tawang Baru, termasuk kubah, kanopi baja, pintu kayu, ubin kuno, jam analog, dan fasad lengkung.
  • Who?
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) merawat bangunan Stasiun Semarang Tawang, karya arsitek J.P. de Borst, untuk melayani penumpang sekaligus menjaga nilai sejarah bangunan cagar budaya tersebut.
  • Where?
    Pelestarian dilakukan di Stasiun Semarang Tawang dan kawasan pengembangannya, Tawang Baru, di Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Perawatan dan revitalisasi berlangsung seiring peningkatan layanan serta pengembangan kawasan menjadi Tawang Baru; waktu pelaksanaan rinci per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Elemen asli dipertahankan untuk menjaga nilai sejarah, keaslian, dan karakter arsitektur Indische Empire serta Art Deco pada bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Hindia Belanda.
  • How?
    Revitalisasi dilakukan melalui perawatan berkala, pengecatan dan perbaikan kayu, pemeliharaan mesin jam, pembaruan pencahayaan kubah, serta penyelarasan fasilitas modern tanpa menutup atau mengubah struktur asli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Stasiun Semarang Tawang sekarang jadi lebih baru dan nyaman. Tapi bagian bangunan zaman Belanda masih dijaga. Ada kubah besar, atap baja, pintu kayu jati, dan jendela tinggi. Ada juga ubin lama, jam besar, serta dinding lengkung. PT KAI merawat semuanya supaya sejarahnya tetap ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Revitalisasi Tawang Baru memperlihatkan bahwa peningkatan kenyamanan penumpang dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap warisan arsitektur. Kubah, kanopi baja, kayu jati, tegel kuno, dan jam analog tetap memiliki ruang di tengah pencahayaan, pendingin udara, serta petunjuk digital modern, sehingga karakter historis stasiun tetap terasa dalam fungsi sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN TimesStasiun Semarang Tawang merupakan salah satu bangunan cagar budaya (heritage) ikonik peninggalan era kolonial Hindia Belanda yang menjadi kebanggaan warga Kota Atlas. Seiring dengan peningkatan layanan dan revitalisasi kawasan stasiun menjadi Tawang Baru, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tetap berkomitmen menjaga nilai sejarah dan keaslian bangunannya.

Meskipun kini tampil lebih modern, megah, dan nyaman bagi para penumpang, elemen arsitektur khas bergaya Indische Empire dan Art Deco karya arsitek ternama J.P. de Borst pada awal abad ke-20 ini tidak dihilangkan.

Berikut 7 detail arsitektur peninggalan Belanda yang tetap dipertahankan di Tawang Baru ala IDN Times, yuk simak biar makin paham sejarahnya, Lur!

1. Kubah Utama Dome Khas Bergaya Klasik Eropa

Suasana Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Elemen paling menonjol dari wajah Stasiun Semarang Tawang adalah kubah (dome) raksasa yang berada di bagian tengah atap bangunan utama.

Keaslian Bentuk: Kubah ini tetap dipertahankan bentuk aslinya dan menjadi landmark utama stasiun dari kejauhan.

Estetika Modern: Di area Tawang Baru, pencahayaan (lighting) pada bagian kubah ini diperbarui sehingga tampil makin anggun dan mempesona, terutama saat malam hari.

2. Struktur Kanopi Baja dan Atap Seng Bergelombang di Area Peron

Ruang tunggu calon penumpang kereta api di Stasiun Tawang ini akan dipercantik. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Saat melangkah ke area peron pemberangkatan, penumpang akan disambut oleh deretan struktur kanopi (overkapping) berukuran raksasa.

Material Asli: Rangka baja tebal berbentuk melengkung dengan sambungan paku keling (rivet) khas pabrikan Eropa abad ke-19 ini tetap berdiri kokoh.

Fungsi Maksimal: Kanopi ini dirawat secara berkala untuk melindungi penumpang dari panas dan hujan tanpa mengubah estetika nostalgia peron kereta api masa lalu.

3. Pintu dan Jendela Kayu Jati Berukuran Raksasa (Bouwstijl)

Sejumlah calon penumpang kereta api masuk peron Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Gaya bangunan kolonial sangat identik dengan bukaan pintu dan jendela yang sangat tinggi dan lebar untuk memaksimalkan pencahayaan serta sirkulasi udara alami.

Detail Ornamen: Pintu dan jendela berstruktur kayu jati solid dengan panel kaca tebal tetap dipertahankan di seluruh sudut hall utama.

Restorasi Anggun: Proses cat ulang dan perawatan kayu dilakukan tanpa merusak ukiran serta engsel besi kuno yang masih berfungsi hingga kini.

4. Langit-langit Tinggi (High Ceiling) dengan Sirkulasi Udara Alami

Kereta api eksekutif yang berhenti di Stasiun Tawang Semarang. (Dok. Humas KAI Daop 4 Semarang)

Arsitektur Belanda sangat memperhitungkan iklim tropis Indonesia yang panas dan lembap, khususnya di daerah pesisir seperti Semarang.

Konsep Tropis Kolonial: Atap hall utama dirancang sangat tinggi untuk memungkinkan udara panas terdorong ke atas, sehingga ruang tunggu terasa tetap sejuk.

Harmoni Modern: Konsep ini dipadukan secara harmonis dengan pendingin udara (AC) modern di area Tawang Baru tanpa menutup struktur asli langit-langit.

5. Dinding Batak Lapis Tegel/Ubin Kuno yang Otentik

Calon penumpang kereta api tampak memadati peron Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Detail ubin kuno di bagian lantai dan dinding bawah bangunan stasiun menjadi jejak estetika masa lalu yang memikat.

Tekstur Khas: Penggunaan ubin semen bermotif dan tegel polos berwarna hangat di area-area tertentu dipertahankan keberadaannya.

Penyelarasan Lantai: Saat lantai area pelayanan baru dipasang granite tile modern, transisi antara ubin kuno dan lantai baru dirancang sangat rapi untuk menjaga nilai histori.

6. Jam Dinding Kuno Analog di Hall Utama

Para calon penumpang menunggu kedatangan KA di Stasiun Tawang Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Satu detail ikonik yang tak pernah lepas dari ingatan para calon penumpang KRL maupun kereta jarak jauh adalah keberadaan jam analog besar di tengah hall.

Simbol Ketepatan Waktu: Jam dinding bergaya klasik Eropa ini tetap terpasang di posisi semula sebagai simbol ketepatan waktu operasional kereta api sejak masa awal berdirinya.

Perawatan Khusus: Mesin jam terus dirawat secara berkala agar penunjukan waktunya tetap presisi mendampingi papan petunjuk jadwal digital modern.

7. Facade dan Ornamen Lengkung pada Dinding Luar (Arched Openings)

Sejumlah petugas Stasiun Tawang saat mengecek kelengkapan tiket penumpang kereta api. IDN Times/Fariz Fardianto

Tampilan luar (facade) Stasiun Tawang memiliki ciri khas bukaan berbentuk lengkungan (arch) yang simetris dan anggun.

Karakter Bangunan: Dinding tebal berbatu bata merah yang dilapisi plesteran putih serta lengkungan jendela luar tetap dibiarkan sesuai desain aslinya.

Pengembangan Tawang Baru: Bangunan fasilitas pendukung baru yang didirikan di sekitar stasiun dirancang selaras (harmonious design) agar tidak menutupi keindahan facade kuno yang sudah berdiri lebih dari satu abad tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article