Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diare Massal 725 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Usai Santap MBG
Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)
  • Sebanyak 725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem mengalami mual, mules, diare, serta muntah pada Kamis pagi, sehingga KBM dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan.
  • Insiden diduga terkait menu MBG sehari sebelumnya, yakni nasi, ayam bakar, mendoan, dan semangka; tim pencicip dilaporkan menemukan kejanggalan pada lauk ayam bakar.
  • Puskesmas Lasem menangani 18 warga sekolah, sementara SPPG Soditan Lasem meminta maaf, menanggung biaya pengobatan, dan berjanji mengevaluasi bahan baku serta SOP memasak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (2/9/2026)

Warga sekolah menyantap menu MBG berupa nasi putih, ayam bakar, mendoan, dan semangka. Tim pencicip disebut menemukan kejanggalan pada lauk ayam bakar.

Kamis (3/9/2026) pagi

725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem mengalami diare massal. KBM dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan.

sekitar pukul 09.00 WIB

Siswa dan guru mulai mengeluhkan mual, mules, dan diare. Sekolah segera mendata korban di setiap kelas.

Kamis siang

Puskesmas Lasem menangani 18 warga sekolah, terdiri dari 13 siswa dan 5 guru. Lima guru telah pulang, sementara tiga siswa masih diobservasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem mengalami mual, mulas, diare, dan sebagian muntah. Kegiatan belajar mengajar dihentikan, sementara seluruh siswa dipulangkan.
  • Who?
    Siswa dan guru SMAN 1 Lasem menjadi korban. Puskesmas Lasem menangani 13 siswa dan 5 guru, sedangkan SPPG Soditan Lasem menyatakan bertanggung jawab atas biaya pengobatan.
  • Where?
    Insiden terjadi di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang. Warga sekolah yang membutuhkan penanganan kesehatan dibawa ke Puskesmas Lasem.
  • When?
    Keluhan mulai dirasakan sekitar pukul 09.00 WIB pada Kamis, 3 September 2026. Menu yang diduga terkait insiden dikonsumsi pada Rabu, 2 September 2026.
  • Why?
    Dugaan kuat mengarah pada menu MBG berupa nasi putih, ayam bakar, mendoan, dan semangka. Tim pencicip sekolah sempat menemukan kejanggalan pada lauk ayam bakar; penyebab pastinya per saat ini belum diketahui.
  • How?
    Sekolah mendata korban di setiap kelas, berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem dan Cabang Dinas Pendidikan, lalu memulangkan siswa. SPPG menjanjikan pengobatan gratis serta evaluasi bahan baku dan SOP memasak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak murid dan guru di SMAN 1 Lasem sakit perut, mual, dan diare setelah makan nasi, ayam bakar, mendoan, dan semangka. Ada 725 murid dan 25 guru yang sakit. Sekolah menghentikan belajar dan memulangkan murid. Sebagian dibawa ke puskesmas. Pihak pembuat makanan minta maaf dan akan bayar pengobatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat sekolah dalam mendata keluhan, menghentikan kegiatan demi kondisi siswa, serta berkoordinasi dengan puskesmas menunjukkan perhatian terhadap keselamatan warga sekolah. Komitmen SPPG menanggung seluruh biaya pengobatan dan mengevaluasi bahan baku hingga SOP juga memberi dasar penanganan yang terarah bagi para siswa dan guru terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rembang, IDN Times — Sebanyak 725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami diare massal pada Kamis (3/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) dihentikan dan para siswa dipulangkan.

Keluhan mulai dirasakan siswa dan guru sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik mengatakan pihak sekolah langsung melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala.

1. Sebanyak 725 siswa dan 25 guru mengalami diare mual dan muntah

Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Juhartutik mengatakan ia langsung menginstruksikan pendataan cepat di setiap kelas.

“Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang,” kata Juhartutik.

Kondisi di sekolah sempat kewalahan akibat membludaknya jumlah korban yang ingin ke toilet. Melihat situasi dan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan para siswa, pihak sekolah memulangkan seluruh siswa “Saya nggak tega lihat anak-anak. Karena memang nggak mungkin, KBM juga tidak kondusif,” ujarnya.

Dugaan kuat insiden ini mengarah pada menu MBG yang disantap pada Rabu (2/9/2026), yang terdiri dari nasi putih, ayam bakar, mendoan, dan buah semangka. Juhartutik membeberkan bahwa tim pencicip sempat mendapati kejanggalan pada lauk ayam bakar.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem dan Cabang Dinas Pendidikan untuk mendapatkan penanganan. Siswa yang membutuhkan pelayanan kesehatan kemudian dibawa ke puskesmas.

2. Sebanyak 18 siswa menjalani perawatan di Puskesmas

Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengatakan hingga Kamis siang pihaknya telah menangani 18 warga sekolah yang terdiri atas 13 siswa dan 5 guru.

“Mereka ini kebanyakan mengeluhkan sakit perut, diare, mual mules. Lima guru sudah pulang semua. Sementara ranap tiga siswa lainnya masih observasi dan nanti sudah boleh pulang,” ujar Joko.

3. Pihak SPPG bertanggung jawab dan pastikan beri pengobatan gratis

Menu MBG dari SPPG Soditan yang diduga menjadi pemicu keracunan di SMAN 1 Lasem. Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Sementara itu Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pihaknya bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para korban “Semua pengobatan kami pastikan gratis. Kami bertanggung jawab penuh atas pemulihan kesehatan para siswa dan guru,” katanya

Pasca insiden tersebut pihak SPPG mengaku akan melakukan evaluasi total mencakup pemilihan bahan baku hingga SOP memasak. “Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article