Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Gunung Jadi Destinasi Liburan Favorit, Benarkah Cuma Ikut Tren?
Ilustrasi Camping di Gunung (Pexels.com/RobertForeverAgo)

  • Gunung kini jadi destinasi liburan populer karena menawarkan ketenangan, udara segar, dan keindahan alam yang menenangkan dari hiruk-pikuk kota.
  • Kemajuan teknologi dan media sosial mendorong banyak orang mendaki untuk membuat konten atau vlog, menjadikan pendakian bagian dari gaya hidup digital.
  • Fenomena FoMO dan tren viral di media sosial membuat semakin banyak orang tertarik mendaki gunung, baik untuk pengalaman baru maupun mengikuti teman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rindu menghirup udara segar yang jauh dari hiruk-pikuk kota? Gunung kini berubah menjadi salah satu tujuan utama banyak orang untuk mengisi waktu libur. Jalur pendakian yang dahulu sepi, sekarang selalu ramai oleh deretan pengunjung setiap waktu. Sebagian orang mungkin mendaki hanya untuk mengikuti tren media sosial, tetapi banyak juga yang benar-benar mencari ketenangan jiwa.

Puncak gunung memang menyimpan daya magis yang mampu menghipnotis mata lewat keindahannya dan memberikan kenyamanan hati. Walaupun alam bebas menyimpan risiko serta menuntut teknik dan pengalaman pendakian yang mumpuni, hal tersebut sepertinya bukan lagi penghalang pada era modern ini. Berikut adalah lima alasan mengapa gunung kini menjadi tempat liburan favorit banyak orang.

1. Menyajikan ketenangan dalam sunyinya

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Lukas Schulz)

Alam selalu menyajikan warna hijau alami disertai dengan keindahan dan juga membawa ketenangan. Tak heran jika banyak orang rela datang dari jauh hanya untuk mendaki sebuah gunung tertentu. Menikmati setiap perjalanan, dengan puncaknya sebagai tujuan.

Suara kicau burung yang hidup bebas, serta angin yang menyapu rerumputan menghadirkan melodi tersendiri yang membuat tenang. Memang lelah pasti dirasakan, namun semua akan dibayar oleh hamparan keindahan saat menggapai puncak.

2. Menepi dari padatnya hiruk pikuk kota

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Kelian Pfleger)

Suasana sepi serta sunyinya menjadi tempat pelarian bagi mereka yang jenuh akan bising kendaraan di kota. Maka perjalanan dilakukan untuk mendaki dan mencari sunyi. Menuju tempat yang menghadirkan ketenangan dalam hati.

Menepi sejenak selama beberapa waktu tinggal di dalam tenda, di tengah hutan. Sambil menikmati keindahan alam, menambah alasan untuk selalu bersyukur pada Sang Pencipta.

3. Keperluan konten atau vlog

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Thirdman)

Era tekhnologi dan sosial media yang sangat maju saat ini membuat sebagian orang lebih mudah  membuat karyanya sendiri. Salah satunya adalah mengabadikan perjalanan saat liburan mereka, untuk dijadikan sebagai sebuah konten. Gunung merupakan tempat yang sering digunakan sebagai sarananya. 

Sekarang sudah banyak sekali konten kreator yang membuat video tentang pendakian gunung. Baik hanya sebagai arsip untuk mereka simpan sendiri, maupun untuk diunggah ke jejaring sosial seperti Youtube.

4. Ingin merasakan sensasi mendaki gunung

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Tanya Kash)

Banyak diantara pendaki adalah pemula, mereka baru pertama mendaki gunung karena diajak oleh rekan maupun ingin merasakan sensasi pendakian. Rasa penasaran yang dipendam lama karena melihat konten tentang gunung di Youtube menjadi salah satu alasannya. Berpetualang ke alam bebas bersama teman-teman, dan merasakan tidur di dalam tenda.

Pengalaman pertamanya akan menjadi tolak ukur, akan jadi kapok mendaki lagi atau justru malah ketagihan. Tidak menjadi masalah selama pendakian pertama bersama dengan orang yang memang sudah ahlinya, ya!. Karena bagaimana pun dan di mana pun, keselamatan tetap harus jadi nomor satu.

5. Ikut-ikutan teman maupun yang sedang trend di media sosial

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Rachel Claire)

Pada moment liburan, sosial media jelas berisi foto tentang perjalanan libur orang lain. Membuat iri seseorang yang melihatnya, dan pada akhirnya ingin mengikuti. Meski tidak ada yang mengajak, namun diri sendiri merasa harus sama seperti orang lain dalam berlibur. Hal ini sering disebut FoMO atau Fear of Missing Out. 

Budaya FoMO sering membuat suatu tempat kebanjiran pengunjung dalam waktu tertentu. Apalagi jika tempat tersebut sudah viral di media sosial, yang bisa dilihat orang banyak. Dalam hal ini gunung menjadi salah satunya. Maka tak heran jika seseorang berbondong-bondong untuk mendaki gunung.

Itulah berbagai alasan mengapa gunung bertransformasi menjadi kawasan wisata unggulan. Siapa saja berhak mengunjungi dan menikmati keindahannya. Namun, kamu wajib mengingat satu hal penting: selalu jaga kebersihan dan kelestarian alam di mana pun kaki berpijak.

Yuk, rencanakan pendakianmu berikutnya dan ajak teman-temanmu untuk memungut sampah saat turun gunung nanti!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team