Beberapa pria berpeci menundukkan badan saat menyalami Gus Yasin. (IDN Times/bt)
Gus Yasin menambahkan, antar pesantren kedepan perlu diperkuat dan dilindungi. Termasuk Pesantren Ma'had Ali kedepan santrinya harus bisa lanjut kuliah S2 dengan beasiswa.
"Kami di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan pelatihan soft skill para santri. Tidak berhenti sampai pelatihan, tetapi berkelanjutan sampai santri dapat Sertifikat Kompetensi."
Di Pesantren Obah, kata Gus Yasin, para santri juga akan dilatih untuk ketrampilan menjadi juru sembelih halal atau "Kang Jalal" alias tukang jagal halal. Sehingga santri juga akan bisa bekerja di perusahaan pemotongan ayam dan sapi secara halal. Sehingga menghilangkan keresahan masyarakat soal keraguan pemotongan hewan Halalan Thayyiban.
Taj Yasin juga akan meningkatkan sarana prasrana pesantren agar bisa berkembang dengan fasilitas yang mumpuni. Dia mengakui Perda Ponpes di tingkat Provinsi sudah disahkan tetapi sampai saat ini belum dijalankan. Butuh Pergub, ini juga akan didorong.
"Tinggal membuat Pergubnya. Kalau kita dipercaya umat, nanti akan segera kita buat Pergub atas Perda Pesantren sehingga semua program Pesantren Obah bisa dieksekusi semua untuk santri dan pesantren," tutupnya.