Harga Emas Fluktuatif, Penjualan Perhiasan Naik 20 Persen

- Fluktuasi harga emas memengaruhi perilaku belanja konsumen, dengan Gen Z mulai melirik perhiasan emas sebagai instrumen investasi dan hadiah untuk teman.
- The Palace Jeweler menyesuaikan strategi dengan menghadirkan koleksi emas 9 karat dan berlian Moela yang lebih terjangkau bagi konsumen muda.
- Momen penurunan harga emas mendorong lonjakan penjualan hingga 10–20 persen per bulan, terutama pada produk emas batangan dan perhiasan berbagai kadar.
Semarang, IDN Times – Fluktuasi harga emas yang terjadi belakangan ini ternyata memberikan dampak signifikan terhadap perilaku pembelian konsumen di industri retail perhiasan. Adapun, daya beli konsumen perhiasan emas yang meningkat datang dari kalangan generasi Z.
1. Gen Z melirik emas sebagai investasi

Store Manager The Palace Jeweler, Faiz mengatakan, tren kenaikan harga emas yang cukup signifikan dari tahun ke tahun kini mulai menarik perhatian generasi muda atau Gen Z. Menurutnya, ada pergeseran perilaku sebagaimana anak-anak muda kini mulai melirik emas perhiasan sebagai instrumen investasi.
‘’Selain untuk investasi pribadi, anak-anak Gen Z saat ini juga kerap membeli perhiasan emas sebagai hadiah atau kado untuk teman yang berulang tahun atau saat momen perpisahan,’’ ungkapnya saat ditemui di pembukaan gerai The Palace di Mal Ciputra Semarang, Jumat (3/7/2026).
Untuk mengakomodasi karakteristik konsumen muda ini, The Palace menyediakan koleksi perhiasan emas dengan kadar 9 karat yang harganya lebih terjangkau, serta koleksi berlian "Moela" yang berdesain simpel untuk penggunaan sehari-hari.
2. Momen penurunan harga emas dongkrak penjualan

Faiz menerangkan, meski porsi pembelian dari kelompok usia muda ini masih lebih kecil dibandingkan dengan konsumen berusia 30 tahun ke atas, minat mereka terhadap emas terus menunjukkan tren yang positif.
Sementara, naik turunnya harga emas di pasaran memicu respons yang berbeda-beda dari para pelanggan, mulai dari pemburu momentum investasi hingga konsumen yang berbelanja untuk kebutuhan tradisi pernikahan.
General Manager The Palace Jeweler, Jelita Setifa mengatakan, momen penurunan harga emas justru menjadi stimulus kuat yang mendongkrak angka penjualan secara instan. Ketika harga emas mengalami penurunan, toko-toko perhiasan biasanya akan langsung dipadati oleh konsumen.
3. Penjualan emas meningkat 10-20 persen

"Kalau untuk pengalaman, harga emas turun itu malah meningkatkan untuk penjualan. Karena kan kebanyakan orang pasti akan menunggu momen itu harga emas turun. Jadi, kebanyakan orang pasti akan berbondong-bondong ketika harga emas turun, kebanyakan orang akan cari emas," terangnya.
Peningkatan penjualan pada saat harga emas turun ini tercatat cukup signifikan, yakni berkisar antara 10 persen hingga 20 persen secara bulanan. Adapun, produk perhiasan yang paling diburu oleh konsumen pada momen ini sangat beragam, mulai dari emas batangan Antam, perhiasan emas dengan kadar 9 karat, hingga kadar 18 karat.



















