Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ke Mana KRL Solo-Jogja Setelah Malam? Ternyata Ini Rumah Rahasianya!

Kota Surakarta
Ke Mana KRL Solo-Jogja Setelah Malam? Ternyata Ini Rumah Rahasianya!
KRL Solo-Yogyakarta yang berhenti di Stasiun Palur. (IDN Times/Larasati Rey)
Share Article

Surakarta, IDN Times — Pernahkah kamu membayangkan ke mana perginya belasan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line SoloJogja setelah menyelesaikan tugasnya di malam hari?

Setiap harinya, KRL beroperasi melayani ribuan penglaju dari pagi buta hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Begitu penumpang terakhir turun dan suasana stasiun mulai sepi, gerbong-gerbong kereta listrik ini tidak begitu saja parkir di sembarang peron. Mereka memiliki "rumah" peristirahatan khusus untuk beristirahat, dirawat, dan bersiap menyambut jadwal keberangkatan esok hari.

Penasaran di mana 'rumah' rahasia KRL Solo–Jogja dan apa saja yang terjadi di sana saat kita tertidur lelap? Yuk, simak ulasan ala IDN Times berikut ini, Lur!

1. Jalur Stabling Khusus di Stasiun Palur

Stasiun Palur. (IDN Times/Larasati Rey)
Stasiun Palur. (IDN Times/Larasati Rey)

Sebagai stasiun paling ujung timur dalam rute KRL Solo–Jogja, Stasiun Palur memegang peranan vital sebagai kantong peristirahatan (stabling track).

Begitu rangkaian KRL jadwal paling malam tiba di Palur, kereta tidak dikembalikan kosong ke arah Jogja. Rangkaian tersebut akan dimundurkan ke jalur stabling khusus yang telah terhubung dengan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).

Langkah ini dilakukan agar KRL jadwal paling pagi (pukul 05.00 WIB) bisa langsung siap melayani penumpang dari Stasiun Palur tanpa membuang waktu perjalanan kirim rangkaian.

2. Dipo Kereta Solo Balapan yang merupakan Pusat Perawatan Utama

Panel_surya_SoloBalapan.jpeg
Instalasi panel surya di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Selain Stasiun Palur, salah satu 'rumah' terbesar bagi rangkaian KRL di wilayah Solo Raya adalah Dipo Kereta Stasiun Solo Balapan.

Dipo ini merupakan markas utama perawatan medis dan teknis kereta. Rangkaian yang membutuhkan pemeriksaan berkala, pengecekan sistem kelistrikan utama, hingga penggantian komponen roda akan diinapkan di sini.

Dilengkapi dengan sarana pengerjaan mekanis, peralatan angkat bogie, serta sistem pengisian daya khusus untuk memastikan performa KRL tetap prima dan aman sebelum mengaspal kembali.

3. Area Peristirahatan Stasiun Yogyakarta dan Klaten

Stasiun Klaten (GoogleReview/Budi Noegroho Andreas)
Stasiun Klaten (GoogleReview/Budi Noegroho Andreas)

Tidak hanya menumpuk di area Solo, beberapa rangkaian KRL juga ditempatkan di kantong peristirahatan bagian barat, seperti area stabling Stasiun Yogyakarta (Tugu/Lempuyangan) dan Stasiun Klaten.

Penempatan titik parkir ini penting agar perjalanan pertama di pagi hari dari arah Yogyakarta maupun Klaten dapat dimulai secara presisi dan tepat waktu.

Selama terparkir di area stabling, seluruh rangkaian kereta dijaga ketat oleh tim pengamanan stasiun (satursecurity) dan teknisi siaga KAI Commuter.

4. Ritual Medical Check-Up dan Pencucian Gerbong Malam Hari

KRL Jogja. (Dok Istimewa)
KRL Jogja. (Dok Istimewa)

Saat malam makin larut, aktivitas para petugas teknis KRL justru baru dimulai. Di 'rumah' peristirahatan inilah ritual perawatan harian (daily maintenance) berlangsung intensif:

Teknisi memeriksa kondisi pantograf (alat penyerap arus listrik di atap kereta), fungsi pengereman, sensor pintu otomatis, hingga sistem pendingin udara (AC).

Seluruh interior gerbong disapu, dipel, dan disemprot disinfektan. Bagian eksterior kereta juga dicuci bersih agar tampak kinclong saat menjemput para penumpang di pagi hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More