Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ancaman Virus Nipah, Gubernur Jateng Tekankan Deteksi Dini

ilustrasi virus Nipah yang dibawa oleh kelelawar buah
ilustrasi virus Nipah yang dibawa oleh kelelawar buah (unsplash.com/Peter Neumann)
Intinya sih...
  • Deteksi Hingga Desa, Jateng Klaim Siap Hadapi Potensi PenyebaranAhmad Luthfi menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki sistem deteksi dan pencegahan penyakit yang berjalan hingga tingkat desa.
  • Pemkot Solo Optimalkan Deteksi Dini Lewat Puskesmas dan CKGWali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo terus mengoptimalkan deteksi dini untuk mencegah penyebaran virus berbahaya, termasuk Virus Nipah.
  • Target cakupan CKG di Kota SoloIa juga menyebut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai terobosan penting untuk mendukung deteksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Solo, IDN Times – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Nipah yang berpotensi membahayakan nyawa manusia. Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan menjadi kunci utama agar virus tersebut tidak menyebar di tengah masyarakat.

Mantan Kapolda Jawa Tengah itu mengajak warga untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari, terutama terkait konsumsi makanan. Menurutnya, kesadaran individu sangat menentukan keberhasilan pencegahan penyakit menular.

“Yang berkaitan dengan virus Nipah ini harus kita antisipasi bersama. Mulai dari pola hidup sehat, makanan yang dikonsumsi harus bersih, buah dicuci terlebih dahulu. Kalau ada gejala, segera periksa,” ujar Ahmad Luthfi saat ditemui di The Sunan Hotel Solo, Rabu (4/2/2026).

1. Deteksi Hingga Desa, Jateng Klaim Siap Hadapi Potensi Penyebaran

WhatsApp Image 2026-01-30 at 14.13.00.jpeg
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi bencana di Pemalang. (Dok Pemprov Jateng)

Ahmad Luthfi menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki sistem deteksi dan pencegahan penyakit yang berjalan hingga tingkat desa. Jejaring layanan kesehatan tersebut dinilai siap melakukan pemantauan dan penanganan dini jika ditemukan indikasi penyakit berbahaya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi buah-buahan, terutama yang berpotensi terkontaminasi virus dari hewan, seperti codot, sesuai dengan analisis medis sementara.

“Di Jawa Tengah sistemnya sudah sampai desa. Pencegahan kita cukup kuat. Masyarakat harus betul-betul menjaga kesehatan, terutama dalam konsumsi makanan dan buah-buahan,” ungkapnya.

Meski demikian, Luthfi memastikan hingga saat ini kondisi Jawa Tengah masih aman dan belum ditemukan kasus Virus Nipah.

“Jawa Tengah masih zero accident,” tegasnya.

2. Pemkot Solo Optimalkan Deteksi Dini Lewat Puskesmas dan CKG

IMG_8222.jpeg
Walikota Solo, Respati Ardi. (IDN Times/Larasati Rey)

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo terus mengoptimalkan deteksi dini untuk mencegah penyebaran virus berbahaya, termasuk Virus Nipah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan peran Puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan.

Menurut Respati, warga yang mengalami demam berkepanjangan atau gejala mencurigakan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan, baik melalui kunjungan langsung maupun rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau ada warga yang mengalami demam berkepanjangan dan mengarah ke sana, kita langsung intervensi,” jelasnya.

3. Target cakupan CKG di Kota Solo.

IMG_20251109_073428.jpg
Seorang lansia mengikuti cek kesehatan gratis pada layanan Speling Melesat di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia juga menyebut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai terobosan penting untuk mendukung deteksi dini penyakit. Pemkot Solo menargetkan cakupan program tersebut mencapai 65 persen sepanjang tahun ini.

Saat ini, Kota Solo memiliki 17 Puskesmas yang siap melayani masyarakat, ditambah posyandu yang rutin menjalankan pemantauan kesehatan warga.

“Puskesmas sudah siap, posyandu juga berjalan rutin. Deteksi dini penyakit menular maupun penyakit lainnya terus kita optimalkan,” pungkas Respati.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Menag Ungkap Ilmu Tasawuf Mampu Jinakan Pikiran Liar Manusia

06 Feb 2026, 17:16 WIBNews