Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antisipasi Gangguan, TPKS Uji Coba Scanner Peti Kemas di Semarang
Suasana terminal Indonesia Maritime Gateway yang dipenuhi operator crane kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • TPKS Semarang menggelar pelatihan dan simulasi scanner peti kemas untuk meminimalkan gangguan operasional serta menjaga arus logistik ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas.
  • Pelatihan BCP menguji prosedur penanganan gangguan, komunikasi, pengambilan keputusan, dan langkah alternatif, dengan penekanan pada keselamatan, keamanan, pelayanan, serta koordinasi bersama Bea Cukai.
  • Uji coba scanner mendukung kewajiban regulasi dan menilai mitigasi risiko, kelangsungan logistik, serta koordinasi instansi; hasil evaluasi akan dipakai untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    TPKS menggelar pelatihan dan uji coba pengoperasian scanner peti kemas untuk mengantisipasi gangguan arus pemindahan peti kemas ekspor-impor serta menguji prosedur mitigasi.
  • Who?
    Terminal Peti Kemas Semarang, I Nyoman Sutrisna, Bea Cukai melalui Haris Setioko, serta PT Pelindo Sinergi Lokaseva melalui Sudarmadji terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Terminal Peti Kemas Semarang, kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
  • When?
    Pernyataan mengenai pelatihan disampaikan Terminal Head TPK Semarang I Nyoman Sutrisna pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Why?
    Uji coba dilakukan untuk menjaga kelangsungan operasional terminal, kelancaran logistik, efektivitas pengawasan kepabeanan, serta kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan alat pemindai.
  • How?
    Pelatihan dilakukan melalui simulasi penanganan gangguan, koordinasi antarunit dan Bea Cukai, pengujian komunikasi serta keputusan, penerapan prosedur alternatif, dan evaluasi hasil simulasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
TPKS Semarang mencoba alat pemindai peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas. Para petugas belajar memakai alat itu supaya barang ekspor dan impor tetap lancar kalau ada gangguan. Mereka juga berlatih cepat bekerja bersama. Bea cukai ikut membantu. Sekarang hasil latihan akan diperiksa agar alat dan petugas bisa bekerja lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uji coba scanner di TPKS menunjukkan pendekatan yang terukur dalam menjaga layanan terminal, dengan menempatkan kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta prosedur alternatif sebagai bagian dari operasi sehari-hari. Simulasi juga membuka ruang evaluasi praktis, sehingga keselamatan, pengawasan kepabeanan, dan kelancaran pemeriksaan peti kemas dapat diperkuat secara bersamaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN TImes - Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) menggelar pelatihan untuk mengoperasikan peralatan scanner untuk meminimalisir gangguan arus pemindahan peti kemas di area terminal ekspor impor. Proses pelatihan juga menjadi bagian kelangsungan operasional dan mitigasi risiko di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

Kegiatan pelatihan diawali dengan simulasi pengujian terhadap efektivitas prosedur penanganan gangguan, koordinasi antarunit, alur komunikasi, pengambilan keputusan, serta kesiapan penerapan langkah-langkah alternatif. 

Selain itu terdapat pula dokumen dan prosedur mitigasi untuk menyiapkan alternatif agar pemeriksaan arus logistik tetap berlangsung normal. 

1. Petugas dilatih respon cepat dan sigap

Terminal Peti Kemas Semarang saat difoto dari udara. (IDN Times/Dok Humas Pelindo Tanjung Emas)

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan pelatihan atau Business Continuity Plan (BCP) jadi kesiapannya menghadapi resiko gangguan operasional.

"Ini bukan hanya bagaimana kita merespons ketika gangguan, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh personel memahami perannya dan mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," kata Sutrisna, Kamis (27/8/2026). 

Selama pelatihan, Sutrisna menekankan standar operasional prosedur pada keselamatan, keamanan, dan pelayanan pengguna jasa.

Ia juga bilang aspek koordinasi dengan instansi kepabeanan menjadi bagian penting untuk memastikan kelangsungan proses pemeriksaan barang ekspor dan impor. 

Untuk mencegah gangguan arus logistik, katanya pihaknya melibatkan bea cukai

2. Bea cukai berharap hasil pemindai bisa lebih efektif

Tronton pembawa peti kemas melewati Jalan Ronggowarsito Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Sedangkan, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Haris Setioko, mengapresiasi uji coba alat pemindai peti kemas di Tanjung Emas.

"Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memastikan kesiapan dan keberlangsungan proses pemindaian peti kemas barang impor dan ekspor, sejalan dengan upaya menjaga kelancaran arus barang dan efektivitas pengawasan kepabeanan dan cukai," urainya. 

Ia berharap sinergi dapat ditingkatkan. Sehingga seluruh peti kemas impor maupun ekspor dapat melalui proses pemindaian yang akurat dan berkualitas. 

"Dengan demikian, hasil pemindaian dapat mendukung proses pengawasan yang lebih efektif, tanpa mengganggu kelancaran arus barang di pelabuhan,” ujar Haris.

3. Uji coba scanner bisa mengulik tiga aspek utama

ilustrasi pelabuhan peti kemas (pexels.com/Kelly)

Menurut VP Perencanaan Teknik PT PSL, Pelindo Sinergi Lokaseva, Sudarmadji,  pelaksanaan uji coba bagian dari upaya bersama menjaga kontinuitas layanan terminal.

Simulasi alat pemindai peti kemas ini penting untuk menguji kesiapan pengoperasian alat pemindai peti kemas di Semarang yang merupakan mandatori dari Permenkeu No. 109/PMK.04/2020 Tentang Kawasan Pabeanan dan Tempat Penimbunan Sementara secara nyata, khususnya dalam menghadapi kemungkinan gangguan pada pengoperasian alat pemindai peti kemas. 

Ia pun berharap bahwa koordinasi antara TPK Semarang dan Pelindo Sinergi Lokaseva semakin kuat sehingga kontinuitas operasional dan pelayanan dapat tetap terjaga.

Melalui simulasi paling tidak mengetahui tiga aspek utama. Antara lain mitigasi risiko, kelangsungan logistik, dan koordinasi instansi. Evaluasi terhadap hasil simulasi selanjutnya menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas serta memastikan setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article