Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antisipasi Pertamina untuk Lonjakan Konsumsi BBM di Jateng dan DIY
Pertamina menyesuaikan harga BBM non subsidi di tahun 2024, Senin (1/1/2024). Foto Pertamina
  • PT Pertamina Patra Niaga alihkan distribusi BBM ke Jepara karena banjir di Demak-Kudus
  • Satgas Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah dibentuk untuk siagakan stok BBM, LPG, dan Avtur di Jawa Tengah dan DIY
  • Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 6 April 2024 dengan peningkatan konsumsi gasolin sebanyak 62 persen
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga mengalihkan distribusi suplai bahan bakar minyak (BBM) melalui Jepara. Hal itu dilakukan menyusul adanya banjir yang memutuskan jalur pantura Demak--Kudus, tepatnya di Kecamatan Karanganyar karene jebolnya tanggul Sungai Wulan.

1. Dua SPBU di Demak tutup

General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (RJBT), Aji Anom Purwasakti. (Dok. Pertamina Patra Niaga RJBT)

General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (RJBT), Aji Anom Purwasakti mengatakan akibat banjir tersebut, dua SPBU di Kecamatan Karanganyar untuk sementara tutup dan berhenti beroperasi.

Penutupan dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan mengantisipasi kejadian yang tidak dinginkan. Seperti masalah kelistrikan dan kualitas layanan produk BBM, apakah layak atau tidak sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Saat ini kita (di Jateng) beberapa kali ditimpa bencana cuaca buruk, terutama banjir dan gelombang tinggi. Pertamina selalu mencari solusi alternatifnya, karena untuk suplai kami punya banyak alternatif. Jadi untuk terminal BBM ada di Semarang dengan back-up dari Boyolali dan Tegal, juga Rewulu. Sehingga, jika satu terminal terkendala, kami segera alih suplai ke terminal lain,” katanya Selasa (19/3/2024).

2. Konsumsi BBM naik 23 persen

Ilustrasi layanan BBM Pertamina Patra Niaga. (Dok. Pertamina)

Untuk menyiagakan stok BBM, LPG, dan Avtur di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1445 Hijriah atau tahun 2024. Satgas tersebut efektif bertugas mulai 25 Maret 2024 hingga 21 April 2024.

Aji Anom menjelaskan, untuk tahun ini, tren konsumsi BBM di Jateng DIY saat Ramadan dan Idulfitri meningkat.

"Untuk BBM jenis Gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) diprediksi naik 23 persen bila dibandingkan rata-rata harian normal Januari--Februari 2024 dari 12.824 Kilo Liter (KL) menjadi 15.788 KL,” ujarnya.

3. Penambahan stok LPG

Ilustrasi LPG. (IDN Times/Holy Kartika)

Aji Anom menambahkan, untuk tren konsumsi gasolin di Ramadan dan Idulfitri, pihaknya memperkirakan adanya kenaikan sebanyak 3 persen jika dibandingkan dengan realisasi gasolin tahun 2023 pada periode yang sama.

Lalu, pada BBM jenis Gasoil (Biosolar dan Dex Series) justru menurun 8,4 persen dari normalnya 6.599 KL menjadi 6.044 KL. Hal itu disebabkan karena penurunan aktivitas industri saat Idulfitri. 

Sedangkan untuk LPG (PSO & Non-PSO), Pertamina menyiagakan penambahan stok hingga 4,5 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian atau setara dengan 4.905 Metrik Ton (MT) dari rata-rata normalnya pada Januari--Februruari 2024 sebanyak 4.694 MT.

Adapun, konsumsi Avtur atau bahan bakar pesawat di Jateng dan DIY mengalami kenaikan sebanyak 8 persen dari rata rata harian normal.

4. Agen buka saat libur IdulFitri

Ilustrasi truk tangki Pertamina. (Dok.PT Pertamina)

Aji menyatakan, pihaknya ikut menambah armada mobil tangki dari sebelumnya 471 menjadi 513 unit. Selain itu, dari 935 agen dan 79.599 pangkalan LPG subsidi dan nonsubsidi di Jateng dan DIY juga disiagakan. 

Termasuk menyiapkan 935 Agen Siaga PSO dan Non-PSO dan 8.895 Pangkalan Siaga PSO dan Non-PSO yang beroperasi saat liburan.

"Bahkan khusus wilayah dengan permintaan tinggi, beberapa agen LPG disiagakan 24 jam," aku Aji Anom.

5. Siagakan SPBU 24 jam

General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (RJBT), Aji Anom Purwasakti. (Dok. Pertamina Patra Niaga RJBT)

Aji Anom memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Sabtu, 6 April 2024. Prediksi konsumsi gasolin pada hari itu meningkat sebanyak 62 persen atau sebanyak 20.800 KL.

Lalu, peningkatan konsumsi juga terjadi pada Selasa, 9 April 2024 atau sehari menjelang Idulfitri. Peningkatannya mencapai 57 persen atau sebanyak 20.200 KL.

Untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada Minggu, 14 April 2024, dengan prediksi konsumsi gasolin meningkat sebanyak 61 persen atau sebanyak 20.600 KL.

"Beberapa SPBU yang berada di beberapa lokasi strategis pun akan beroperasi selama 24 jam saat puncak arus mudik dan balik," tandas Aji Anom.

Editorial Team

Related Article