ilustrasi keranda jenazah (IDN Times/Istimewa)
Berdasarkan sisa hasil pembagian dengan angka 4 di atas, berikut adalah arti dan makna mendalam dari masing-masing kategori menurut Primbon Jawa:
Sisa 1: Tibo Gunung (Gunung)
Makna: Melambangkan kedudukan yang tinggi, kokoh, dan dihormati. Mendiang dipercaya mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.
Firasat Keluarga: Keluarga yang ditinggalkan diprediksi akan mendapatkan kemudahan rezeki, kekuatan batin untuk bangkit dari kesedihan, serta derajat keluarga akan terangkat di kemudian hari.
Sisa 2: Tibo Segoro (Samudra/Laut)
Makna: Menggambarkan keluasan, keikhlasan, dan pengampunan. Arwah yang meninggal pada hari ini diartikan membawa energi kedamaian karena semasa hidup dikenal sebagai pribadi pemaaf dan sabar.
Firasat Keluarga: Rezeki dan keberkahan bagi keluarga akan mengalir luas bak samudra, serta mendapatkan banyak simpati dan bantuan dari orang sekitar selama masa berkabung.
Sisa 3: Tibo Asat (Kering/Surut)
Makna: Melambangkan adanya rintangan spiritual. Menjadi pengingat bahwa mendiang mungkin masih memiliki urusan duniawi, janji, atau utang-piutang yang belum selesai.
Firasat Keluarga: Pihak keluarga diimbau untuk segera membereskan sisa urusan atau utang almarhum. Kategori ini juga mengingatkan keluarga untuk memperbanyak doa, sedekah jariah, dan selamatan secara tulus.
Sisa 4: Tibo Guntur (Petir)
Makna: Mengindikasikan sebuah kejutan, kedukan mendalam, atau proses kepergian yang terbilang mendadak (seperti kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba).
Firasat Keluarga: Sering kali meninggalkan rasa syok yang berat bagi keluarga. Primbon menyarankan agar keluarga mempertebal rasa ikhlas, menghindari ratapan berlebihan, dan fokus memohonkan doa keselamatan.
Warisan leluhur berupa perhitungan Tibo Gunung, Segoro, Asat, dan Guntur ini sejatinya tidak dipakai untuk menghakimi nasib akhir seseorang. Anggaplah ini sebagai media refleksi agar kita yang masih hidup bisa terus mengirimkan doa-doa terbaik bagi mereka yang sudah mendahului kita.