Bandara Ahmad Yani Prediksi Penumpang Pesawat saat Nataru Sekitar 115 Ribu

Pengelola Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang memperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang pesawat selama momen perayaan Natal dan pergantian tahun baru nanti.
Dengan melihat pergerakan trafik penerbangan saat ini, maka akan terjadi kenaikan penumpang pesawat saat Nataru kurang lebih 7 persen ketimbang kondisi normal.
"Untuk prediksi kenaikan penumpang 7 persen atau sekitar 115 ribu selama posko Nataru. Untuk trafik kita naik jadi 980 penerbangan atau naik 5 persen," ujar General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwadidada selepas apel Nataru di pelataran bandaranya, Rabu (18/12/2024).
1. GM Bandara Ahmad Yani: Rute favorit masih Halim dan Cengkareng

Sama dengan hari-hari normal, Fajar berkata rute favorit di bandaranya tetap Semarang-Cengkareng PP maupun Semarang-Halim Perdanakusuma. Sebab di dua rute tersebut okupansinya masih di atas 80 persen.
Sedangkan untuk rute luar Jawa yang digemari penumpang yaitu Semarang-Pangkalanbun dan Semarang-Balikpapan PP.
2. Siapkan 30 jadwal penerbangan tambahan

Pihaknya telah menyiapkan slot penerbangan dengan AirNav untuk memaksimalkan pelayanan saat Nataru. Kemudian dengan Garuda Indonesia juga sudah menyediakan layanan terutama menambah jadwal penerbangan mulai akhir Desember sampai Januari 2025.
Sejauh ini bandaranya menyediakan 30 slot penerbangan tambahan bagi maskapai penerbangan yang melayani mudik Natal dan liburan tahun baru.
"Dari Garuda ada penambahan jadwal penerbangan. Lion Air juga ada. Total penambahan jadwal penerbangan ada 30. Kita perpanjang jadwalnya dari jam 21.00 jadi stanby 24 jam," tuturnya.
3. Pengiriman kargo juga akan melonjak

Apabila melihat situasi saat Nataru nanti, katanya maka tidak menutup kemungkinan pengiriman kargo melalui Bandara Ahmad Yani juga melonjak 9 persen menjadi 7.300 ton.
"Untuk kargo naik 9 persen di 7300 ton," paparnya.
4. Puncak hujan terjadi dengan intensitas 300 milimeter

Kepala Stasiun BMKG Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo bilang cuaca ekstrem akan melanda Jawa Tengah termasuk Semarang selama perayaan Natal sampai pergantian tahun nanti.
Pihaknya memperkirakan cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan sangat lebat terjadi mulai 22 Desember 2024. Kemudian puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari sampai Februari 2025.
"Hujan lebat di bulan ini sesuai perkiraan dengan intensitas curah hujan 300 milimeter per bulan. Tetapi biasanya dengan intensitas kisaran 200 milimeter sudah membuat beberapa daerah banjir. Seperti wilayah Cilacap beberapa waktu sebelumnya," ujar Yoga.



















