Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Beli Daging dan Ayam Mumpung Gajian? Trik Simpan Biar Awet Berbulan-bulan
ilustrasi menyimpan salmon di dalam plastik vakum (vecteezy.com/Bigc Studio)
  • Daging dan ayam mentah sebaiknya tidak dicuci sebelum dibekukan; cukup keringkan dengan tisu dapur untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri dan kerusakan tekstur akibat kristal es.

  • Bagi bahan protein menjadi porsi sekali masak, lalu kemas rapat memakai wadah freezer-safe, ziplock, atau vacuum agar tidak perlu dicairkan dan dibekukan kembali.

  • Simpan freezer pada suhu -18°C atau lebih rendah, beri label tanggal dengan prinsip FIFO, serta cairkan perlahan di chiller agar kualitas dan aroma tetap terjaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
penghujung bulan

Masyarakat memanfaatkan momen gajian untuk membeli stok daging sapi, kambing, dan ayam dalam jumlah besar.

3–4 bulan

Daging giling atau olahan dapat disimpan maksimal selama periode ini dalam freezer bersuhu di bawah -18°C.

9 bulan

Daging ayam potong dapat bertahan selama periode ini di dalam freezer bersuhu di bawah -18°C.

6–12 bulan

Daging sapi utuh atau potongan dapat bertahan hingga periode ini di dalam freezer bersuhu di bawah -18°C.

sejak malam sebelumnya

Wadah daging beku dipindahkan dari freezer ke rak kulkas bawah agar mencair perlahan.

saat hendak dimasak

Daging dicuci secara bersih saat akan digunakan untuk memasak.

Saat akan dimasak

Daging beku tidak direndam dalam air panas atau dibiarkan seharian pada suhu ruang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Panduan penyimpanan daging sapi, kambing, dan ayam segar agar tetap higienis, tidak mengalami freezer burn, serta dapat bertahan berbulan-bulan di freezer.
  • Who?
    Masyarakat yang membeli stok daging sapi, daging kambing, dan karkas ayam segar, terutama saat menerima gaji pada penghujung bulan.
  • Where?
    Penyimpanan dilakukan di freezer rumah, dengan proses pencairan daging dianjurkan berlangsung di rak bawah kulkas atau chiller.
  • When?
    Langkah penyimpanan dilakukan segera setelah daging atau ayam dibeli. Pencairan dilakukan sejak malam sebelum bahan makanan dimasak.
  • Why?
    Pengemasan dan suhu yang tidak tepat dapat memicu freezer burn, bau amis, oksidasi, perubahan tekstur, serta risiko penyebaran dan perkembangan bakteri.
  • How?
    Daging tidak dicuci sebelum dibekukan, dikeringkan dengan tisu, dibagi per porsi, dikemas kedap udara, diberi label tanggal, disimpan pada suhu di bawah -18°C, lalu dicairkan di chiller.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang membeli banyak daging dan ayam saat gajian. Daging jangan dicuci dulu, cukup dikeringkan pakai tisu. Lalu bagi kecil-kecil untuk sekali masak. Simpan dalam wadah rapat dan beri tanggal. Freezer harus sangat dingin. Saat mau masak, cairkan pelan-pelan di kulkas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Belanja protein dalam jumlah besar saat gajian dapat menjadi lebih teratur dan praktis ketika disertai penyimpanan yang tepat. Pembagian porsi, kemasan kedap udara, label tanggal, serta suhu freezer yang stabil membantu menjaga stok tetap segar dan siap diolah, sekaligus mengurangi kebutuhan mencairkan bahan berulang kali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Momen gajian di penghujung bulan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan bahan pangan skala besar. Salah satu stok bahan makanan yang paling sering dibeli dalam jumlah banyak adalah daging sapi, daging kambing, dan karkas ayam segar.

Namun, kesalahan fatal yang masih sering dilakukan banyak orang adalah langsung melempar kantong plastik isi daging dan ayam dari pasar ke dalam freezer. Cara menyimpan yang asal-asalan ini tak hanya membuat bahan makanan rentan mengalami freezer burn (kerusakan tekstur akibat membeku), tetapi juga memicu timbulnya bau amis menyengat serta kontaminasi bakteri di dalam kulkas.

Agar stok daging dan ayam hasil buruan gajianmu tetap segar, higienis, dan awet hingga berbulan-bulan tanpa bau, simak 5 trik penyimpanan yang benar berikut ini:

1. Jangan Cuci Daging dan Ayam Sebelum Dibekukan

ilustrasi mencuci daging ayam, wastafel (vecteezy.com/Geiza Macedo Silva)

Membuat daging bersih sebelum disimpan memang terdengar higienis, namun ini adalah kekeliruan besar.

Mencuci daging ayam atau sapi mentah di bawah kucuran air keran justru berisiko menyebarkan bakteri berbahaya (Salmonella atau Campylobacter) ke area bak cuci piring dan alat dapur lainnya lewat percikan air.

Air yang meresap ke dalam serat daging mentah akan membeku menjadi kristal es besar. Kristal es ini merusak struktur serat daging sehingga teksturnya menjadi sangat kering, hambar, dan alot saat dimasak.

Cukup seka atau tepuk-tepuk permukaan daging mentah menggunakan tisu dapur (paper towel) hingga kering sebelum dikemas. Cuci daging secara bersih saat hendak dimasak saja.

2. Bagi Menjadi Porsi Sekali Masak (Portioning)

ilustrasi daging ayam (magnific.com/para_pemegang_saham_zerbaijan)

Membekukan sepotong daging besar atau sekantong penuh ayam sekaligus akan menyulitkanmu saat hendak memasak dalam jumlah sedikit.

Proses mencairkan daging beku (thawing) lalu membekukannya kembali (refreezing) berkali-kali akan merusak kualitas gizi, mengubah aroma daging menjadi amis, dan memberi celah bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.

Potong-potong daging sapi atau ayam sesuai porsi sekali makan keluarga (misalnya porsi 250 gram atau 500 gram per wadah). Ambil hanya wadah yang dibutuhkan saat akan memasak, tanpa mengganggu stok daging lainnya di freezer.

3. Gunakan Wadah Kedap Udara atau Plastik Vacuum

ilustrasi menyimpan salmon di dalam plastik vakum (vecteezy.com/Bigc Studio)

Udara dingin yang bersirkulasi di dalam freezer dapat menarik kelembapan dari bahan makanan jika tidak dikemas rapat.

Pengemasan yang longgar atau penggunaan kantong kresek tipis membuat permukaan daging menghitam, mengering, dan berbau tengik akibat teroksidasi.

Gunakan wadah plastik khusus freezer-safe yang memiliki perekat rapat, kantong plastik ziplock, atau kemasan vacuum sealer. Sebelum menutup ziplock, tekan atau keluarkan seluruh sisa udara di dalam kantong hingga benar-benar kempis.

4. Beri Label Tanggal Pembelian (First In, First Out)

ilustrasi mengeluarkan daging dari freezer (magnific.com/freepik)

Tanpa catatan tanggal, kamu akan lupa berapa lama stok daging tersebut tersimpan di dasar freezer.

Masa Simpan Ideal: Di dalam freezer bersuhu di bawah -18°C, daging sapi utuh/potongan bisa bertahan hingga 6–12 bulan, daging ayam potong bertahan 9 bulan, sedangkan daging giling/olahan maksimal 3–4 bulan.

Solusi: Tempelkan stiker atau label bertuliskan nama bahan dan tanggal penyimpanan di bagian luar wadah. Terapkan prinsip FIFO (First In, First Out) dengan memasak stok daging yang berumur paling lama terlebih dahulu.

5. Atur Suhu Freezer dan Teknik Thawing yang Benar

ilustrasi bagian freezer kulkas (unsplash.com/Dev Benjamin)

Kunci utama ketahanan bahan makanan segar terletak pada konsistensi suhu ruang pembeku dan cara mencairkannya.

Suhu Stabil: Pastikan suhu freezer berada di angka -18°C atau lebih rendah. Hindari menumpuk bahan panas di dalam freezer karena dapat menaikkan suhu ruangan secara mendadak.

Cara Pencairan Safe-Thawing: Saat akan dimasak, jangan merendam daging beku di dalam air panas atau membiarkannya di atas meja dapur seharian pada suhu ruang. Pindahkan wadah daging dari freezer ke rak kulkas bawah (chiller) sejak malam sebelumnya agar daging mencair secara perlahan tanpa merusak tekstur dan kualitas nutrisinya.

Dengan menerapkan teknik penyimpanan di atas, stok bahan makanan protein hasil gajian milikmu akan tetap terjamin kesegarannya, bebas bau amis, dan siap diolah menjadi hidangan lezat kapan saja!

Curated For You

Editorial Team

Related Article