Bencana Kekeringan Melanda 193 Desa di 24 Kabupaten dan kota di Jateng

Semarang, IDN Times - Sebanyak 193 desa yang sebarannya di 24 kabupaten/kota Jawa Tengah mengalami kekeringan hampir sebulan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat ratusan desa yang kekeringan tersebar di 19 kecamatan.
Berdasarkan keterangan BPBD Jateng kekeringan melanda mulai 24 Mei hingga 16 Agustus 2024.
1. BBWS bisa berikan alternatif sumber air

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng Muhammad Chomsul menuturkan agar bencana kekeringan tidak meluas pihaknya bekerja sama dengan stakeholder terkait.
"Dari BBWS untuk alternatif sumber-sumber air selain waduk misalnya dari penyerapan sumur dalam termasuk juga pengelolaan penyiraman air yang memang tanaman butuh air lebih itu secara teratur termasuk pola tanam disesuaikan untuk antisipasi kemarau itu," kata Chomsul, Selasa (20/8/2024).
2. BPBD klaim kekeringan tidak separah tahun kemarin

Bersama BBWS dan Dinas Pertanian pihaknya memaksimalkan fungsi sumber air seperti embung, waduk, dan bendungan guna memenuhi kebutuhan air bersih.
Selain itu juga untuk produksi pertanian.
Menurutnya, dampak kekeringan pada tahun ini tidak separah tahun 2023 lalu yang dipengaruhi oleh adanya El Nino.
Meski begitu pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kekeringan hingga kemarau berakhir pada bulan September mendatang.
"Kami juga membuat posko pendamping untuk 35 kabupaten/kota. Kita intens koordinasi melibatkan OPD terkait juga dari Pusdataru, dari pertanian untuk bisa melengkapi dan saling mengisi dampak kekeringan. CSR, Baznas juga berkerja sama untuk pemenuhan kebutuhan air," kata Chomsul.
3. Sebanyak 53 desa di Grobogan mengalami kekeringan

Dari total 24 daerah terdampak kekeringan, Kabupaten Grobogan menjadi terdampak paling parah dengan 53 desa yang dilanda kekeringan. Kemudian Cilacap ada 17 dan Pati 16 desa terdampak.
"Di data kami terkait penetapan siaga darurat kekeringan paling parah ada di Grobogan 53 desa, kemudian disusul oleh Cilacap, Pati, Banyumas, Purworejo dan Blora," tambahnya.
Sebagai langkah penanggulangan, BPBD Jateng bersama BPBD tiap kabupaten juga bantuan CSR telah mendistribusikan sebanyak 6.346.000 liter air bersih.
Total sebanyak 33.871 keluarga atau 107.256 jiwa telah menerima bantuan air bersih.
"Untuk kondisi dampak kemarau ini untuk kekeringan kita di 24 kabupaten, sudah ada dropping kebutuhan pemenuhan air bersih. Untuk rinciannya 6.346.000 liter untuk 24 kabupaten/kota 91 kecamatan di 193 desa untuk pemenuhan kebutuhan air," tandasnya.



















