Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bertaruh Nyawa di Atas Karat: Potret Jembatan Penyeberangan di Semaran
Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berkarat dan keropos di kawasan Tugu Muda (depan Pasar Bulu) Semarang, Jumat (21/8/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
  • JPO di Jalan Mgr. Soegiyopranoto, dekat Lawang Sewu dan Tugu Muda, mengalami kerusakan serius meski berada di jalur protokol dengan lalu lintas padat.
  • Besi penyangga jembatan tampak berkarat, keropos, dan berlubang, sehingga keselamatan warga serta wisatawan terancam saat melintas.
  • Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan jaminan fasilitas penyeberangan aman dalam UU Lalu Lintas, sementara sebagian pejalan kaki memilih menyeberang langsung di jalan raya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jembatan orang menyeberang di Jalan Mgr. Soegiyopranoto, Semarang, sudah rusak. Besinya berkarat dan ada lubang di jalannya. Mobil di bawah berjalan cepat dan ramai. Orang yang mau menyeberang jadi takut. Ada juga yang memilih menyeberang di jalan. Sekarang jembatan itu menunggu diperbaiki oleh pemerintah kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bertaruh Nyawa di Atas Karat: Potret Jembatan Penyeberangan di Semarang

Semarang, IDN Times - Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, wajah Kota Semarang sejatinya tidak hanya dinilai dari kemegahan bangunan bersejarahnya. Akan tetapi juga dari pemenuhan hak pejalan kaki atas fasilitas publik yang layak. Ironisnya, kondisi infrastruktur pedestrian di pusat kota justru memprihatinkan.

Salah satu contoh nyatanya adalah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang membentang di Jalan Mgr. Soegiyopranoto atau di depan Pasar Bulu Semarang. Padahal, jalan ini merupakan salah satu jalur protokol utama dengan volume lalu lintas yang padat dan laju kendaraan yang cepat. 

Berada tidak jauh dari ikon pariwisata Lawang Sewu dan kawasan Tugu Muda, JPO ini justru jauh dari kata layak. Besi-besi penyangganya tampak mengarat, keropos, hingga menyisakan lubang-lubang yang menganga di jalur lintasan. Keselamatan warga dan wisatawan seolah menjadi taruhan setiap kali mereka memijakkan kaki di atasnya.

Kondisi ini bertolak belakang dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menjamin hak pejalan kaki atas ketersediaan fasilitas penyeberangan yang aman. Akibat infrastruktur yang terabaikan, tidak sedikit pejalan kaki yang terpaksa bertaruh nyawa membelah arus kendaraan langsung di jalan raya. 

Rangkaian foto berikut merekam potret muram fasilitas penyeberangan di jantung pariwisata Kota Atlas yang kini menanti perhatian serius dari pemerintah kota setempat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article