Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anti-Aging dari Laut, Undip Semarang Olah Bakteri Simbion jadi Body Lotion

Kota Semarang
Anti-Aging dari Laut, Undip Semarang Olah Bakteri Simbion jadi Body Lotion
ilustrasi perempuan apply body lotion (freepik.com/freepik)
  • Undip, UNRI, dan UMRAH mengembangkan body lotion spray POSTBIO-FUSE dari senyawa bakteri simbion mangrove serta sedimen laut, lalu memasuki tahap hilirisasi bersama Natureline.
  • Bakteri terseleksi tersebut diklaim memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging; formulasi berbahan alami dirancang tetap memperhatikan mikrobioma kulit.
  • Kolaborasi riset dan industri menargetkan pemenuhan standar serta izin edar BPOM, dengan Natureline menangani produksi-pemasaran dan Undip menyediakan basis riset-teknologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Kekayaan mikroorganisme di ekosistem laut Indonesia mulai dibidik untuk masuk ke industri kosmetik. Universitas Diponegoro (Undip) menggandeng pelaku industri untuk mengembangkan POSTBIO-FUSE, body lotion spray yang memanfaatkan senyawa aktif dari bakteri simbion mangrove dan sedimen laut.

Produk tersebut dikembangkan melalui riset konsorsium Undip, Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Pengembangannya kini masuk tahap hilirisasi melalui kolaborasi Undip dengan Natureline, pelaku usaha yang bergerak di bidang aromaterapi dan parfum badan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan pemilik Natureline, Arini Khoiriyah, di Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Jumat (21/8/2026).

  1. 1. Hasil riset minim berhasil dibawa ke pasar

    ilustrasi riset (pexels.com/Polina Tankilevitch)
    ilustrasi riset (pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Kolaborasi ini muncul dari persoalan klasik dunia riset perguruan tinggi, yakni banyak penelitian berhenti sebagai publikasi atau prototipe, tetapi tidak semuanya berhasil menjadi produk yang digunakan masyarakat.

    Rektor Undip, Prof. Suharnomo mengakui tantangan tersebut masih besar. Menurutnya, meski Undip telah menghasilkan ribuan paten sederhana, hanya sebagian kecil hasil penelitian yang berhasil dibawa ke pasar.

    “Hasil riset sudah banyak, tapi hanya sekitar 10 persen yang berhasil terhilirisasi. Produk inovasi Undip harus tersebar dan benar-benar ada di pasar. Kami perlu terus berikhtiar agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium,” ungkapnya

    Maka itu, Natureline tidak hanya ditempatkan sebagai mitra komersial, tetapi menjadi bagian dari proses membawa inovasi tersebut menuju pasar.

    Pemilik Natureline, Arini Khoiriyah mengatakan, perusahaan memiliki keterbatasan dalam riset, sementara perguruan tinggi mempunyai sumber daya penelitian yang lebih kuat.

    “Kami memiliki penelitian yang sangat minim, sementara Undip memiliki banyak sekali sumber daya. Melalui kerja sama ini, pihak Undip berperan dalam keunggulan riset, dan kami mendukung dalam aspek produksi dan pemasaran,” ujarnya.

  2. 2. Andalkan bakteri simbion dari laut Indonesia

    ilustrasi biota laut (unsplash.com/Hiroko Yoshii)
    ilustrasi biota laut (unsplash.com/Hiroko Yoshii)

    POSTBIO-FUSE memiliki pendekatan berbeda dibanding produk kosmetik konvensional. Bahan aktifnya berasal dari mikroorganisme yang ditemukan melalui eksplorasi ekosistem laut dan mangrove Indonesia.

    Peneliti Undip, Prof. Dr. Ir. Delianis Pringgenies, M.Sc. mengatakan, bakteri simbion laut dan mangrove yang digunakan telah melalui proses seleksi dan pengujian.

    “Produk ini memanfaatkan bakteri simbion laut dan mangrove hasil seleksi yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging,” jelasnya.

    Bakteri tersebut juga telah masuk dalam publikasi ilmiah Q1 sebelum dikembangkan lebih lanjut menjadi formulasi kosmetik. Produk akhirnya dikemas dalam bentuk body lotion spray, sehingga penggunaan bahan aktif hasil bioteknologi laut tidak berhenti pada skala laboratorium.

    Menurut Delianis, formulasi tersebut dirancang berbahan alami dan tetap memperhatikan mikrobioma kulit.

    Selain diklaim memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, riset juga menunjukkan potensi anti-aging yang menjadi salah satu daya tarik produk.

    Namun, perjalanan dari hasil penelitian menuju rak penjualan belum berhenti. Produk masih harus memenuhi berbagai persyaratan industri, termasuk proses perizinan sebelum dapat dipasarkan secara luas.

    Natureline nantinya berperan dalam aspek produksi dan pemasaran, sementara Undip membawa basis riset serta pengembangan teknologi.

  3. 3. Buktikan riset bisa laku di pasar

    undip, riset
    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan pemilik Natureline, Arini Khoiriyah terkait pengembangan POSTBIO-FUSE, body lotion spray yang memanfaatkan senyawa aktif dari bakteri simbion mangrove dan sedimen laut, di Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Jumat (21/8/2026). (dok. Undip)

    Sementara, kolaborasi tersebut sekaligus menguji apakah hasil riset perguruan tinggi dapat melewati tantangan yang berbeda dari laboratorium, yakni diterima konsumen dan memiliki daya saing komersial.

    Bagi Undip, keberhasilan POSTBIO-FUSE bukan sekadar menghasilkan kosmetik baru. Produk ini menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan hilirisasi riset yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah perguruan tinggi.

    Jika berhasil masuk pasar, inovasi tersebut menunjukkan bahwa kekayaan biodiversitas laut Indonesia tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

    Undip dan Natureline menargetkan kerja sama ini dapat mendorong POSTBIO-FUSE memenuhi standar industri dan memperoleh izin edar BPOM sebelum dipasarkan lebih luas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More