Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bola Tenis Isi Sabu Dilempar ke Lapas Kedungpane, Penadahnya Napi

Bola Tenis Isi Sabu Dilempar ke Lapas Kedungpane, Penadahnya Napi
Seorang sipir Lapas Kedungpane menunjukan bola tenis berisi sabu yang dilempar ke tembok lapas. (Dok Humas Lapas Kedungpane)
Share Article

Semarang, IDN Times - Aparat kepolisian menyatakan aksi penyelundupan sabu dan pil koplo ke Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang telah dilakukan sekitar enam kali.

Kasatnarkoba Polrestabes Semarang, Kompol Aries Dwi Cahyanto mengaku telah mengendus pergerakan dari narapidana Lapas Kedungpane yang menjadi penadah barang haram tersebut dan saat ini pihaknya mempertebal pengawasan di lingkungan lapas.

"Kita sudah menemukan indikasi kuat penadah narkoba yang dilemparkan ke Lapas Kedungpane berasal dari narapidana yang ada di dalam lapas itu. Kita mendeteksi pergerakan napi tersebut, karena dia berulang kali melakukan transaksi, kemudian barang pesanannya memang sengaja dikirim dengan cara dilempar lewat tembok lapas," kata Aries, Rabu (27/10/2021).

1. Polisi temukan dua titik tembok Lapas Kedungpane tidak dipasangi CCTV

13 napi Lapas Kedungpane dibebaskan lebih awal. (Dok Humas Lapas Kedungpane)
13 napi Lapas Kedungpane dibebaskan lebih awal. (Dok Humas Lapas Kedungpane)

Aries mengungkapkan sudah enam kali personelnya mendapati narkoba berbagai jenis yang dilemparkan ke tembok Lapas Kedungpane.

Upaya penyelundupan dilakukan dengan melemparkan narkoba lewat tembok belakang lapas yang berbatasan langsung dengan rumah warga Kampung Kedungpane. 

"Yang tidak terpantau CCTV itu di bagian belakang tembok. Ada dua titik yang lolos dari pemantauan. Lokasinya berbatasan langsung dengan rumah warga," terangnya.

2. Polisi ngaku ikut patroli di lapas tiap 12 jam sekali

Bola tenis berisi tiga klip sabu ditemukan di Lapas Kedungpane Semarang. (Dok Humas Lapas Kedungpane)
Bola tenis berisi tiga klip sabu ditemukan di Lapas Kedungpane Semarang. (Dok Humas Lapas Kedungpane)

Ia mendesak kepada pihak lapas untuk menindak tegas narapidana yang menjadi penadah narkoba. Terlebih lagi, dari hasil koordinasi terakhir, pihaknya mengatakan kebijakan Lapas Kedungpane sering berubah sehingga penempatan CCTV belum maksimal.

"Koordinasinya sering berubah-ubah ya. Khususnya pas memasang alat CCTV-nya. Tapi dari personel di lapangan setiap 12 jam sekali pasti ikut berpatroli dengan petugas lapas. Anggota yang dikerahkan juga dari Polsek dan Polrestabes," cetusnya.

3. Bola tenis berisi sabu dilempar lagi ke Lapas Kedungpane

Petugas membongkar bola tenis berisi sabu. (Dok Humas Lapas Kedungpane)
Petugas membongkar bola tenis berisi sabu. (Dok Humas Lapas Kedungpane)

Sedangkan, berdasarkan keterangan Lapas Kedungpane, pada Selasa (26/10/2021) malam kembali ditemukan bola tenis berisi sabu yang dilempar ke tembok lapas. Disebutkan saat kejadian, seorang sipir bernama M Roem sedang berpatroli di area branggang tembok. Namun, di dekat semak-semak ditemukan lagi sebua bola tenis jam 18.30 WIB.

Mendapati kejanggalan, Roem lalu menghubungi Kepala Seksi Keamanan, Muhtadi dan langsung koordinasi dengan Polsek Ngaliyan. 

"Setelah dibuka, isinya sabu 0,97 gram yang dibungkus tiga 3 klip kecil. Barangnya dimasukkan bola tenis agar lemparan bisa jauh," ungkap Kepala Lapas Kedungpane, Supriyanto.

4. Polsek Ngaliyan ikut terjunkan personel untuk patroli sambang

Pemasangan CCTV di tembok Lapas Kedungpane Semarang. (Dok Humas Lapas Kedungpane)
Pemasangan CCTV di tembok Lapas Kedungpane Semarang. (Dok Humas Lapas Kedungpane)

Panit Opsnal Polsek Ngaliyan, Aiptu Thomas Agung Triyono berjanji akan membantu lapas dalam menangani pelemparan narkoba. "Kami sudah kerahkan anggota untuk patroli sambang lapas dari subuh hingga pagi hari untuk deteksi dini di lapas," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Hancurkan Kolesterol! Ini 5 Latihan Interval Seru yang Wajib Dicoba

28 Mei 2026, 08:00 WIBNews