Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret perayaan Waisak 2569 BE/2025 di Candi Borobudur. (dok. InJourney)
  • Di Borobudur, persiapan konser Andrea Bocelli berlangsung berdampingan dengan istighosah warga pada 31 Oktober 2026, menciptakan suasana damai tanpa gesekan.

  • FMBB menyampaikan aspirasi secara santun agar pengelolaan Borobudur lebih melibatkan warga lokal, menghidupkan ekonomi pedagang kecil, dan menjaga nilai cagar budaya.

  • Polda Jateng mengapresiasi pengamanan humanis bersama TNI, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan yang menjaga konser serta doa bersama berjalan tertib.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
31 Oktober 2026

Di kawasan Candi Borobudur, konser Andrea Bocelli berlangsung berdampingan dengan istighosah dan doa bersama warga yang dimulai pukul 13.30 WIB. Warga menyampaikan aspirasi agar pengelolaan Borobudur lebih merangkul masyarakat lokal.

7 November 2026

Polda Jawa Tengah mengapresiasi situasi damai di Borobudur. Polisi menilai masyarakat menunjukkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan dan kepentingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Doa bersama dan istighosah warga berlangsung berdampingan dengan persiapan konser Andrea Bocelli di kawasan Borobudur, disertai aspirasi agar pengelolaan kawasan lebih merangkul masyarakat lokal.
  • Who?
    Forum Masyarakat Borobudur Bangkit, warga, tokoh agama, ormas, LBH AVADHANA, FIUIMARA, Polda Jawa Tengah, TNI, pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta pengunjung terlibat dalam kegiatan dan pengamanan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, dengan doa bersama digelar di Masjid Al Ikhlas, Dusun Ngaran I.
  • When?
    Doa bersama dan persiapan konser berlangsung Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 13.30 WIB. Apresiasi Polda Jawa Tengah disampaikan Sabtu, 7 November 2026.
  • Why?
    Warga mendoakan kebangsaan dan menyampaikan harapan agar Borobudur tetap mendukung ekonomi pedagang kecil, kebudayaan lokal, serta nilai-nilai luhur cagar budaya.
  • How?
    Aspirasi disampaikan melalui istighosah secara santun tanpa provokasi. Polda Jawa Tengah, TNI, pemerintah daerah, dan pengelola menerapkan pengamanan humanis serta persuasif untuk menjaga ketertiban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Borobudur, Magelang, orang-orang menyiapkan konser Andrea Bocelli. Di dekatnya, warga dan tokoh masyarakat berdoa bersama di Masjid Al Ikhlas. Mereka berharap Borobudur baik untuk budaya dan pedagang kecil. Polisi, TNI, pemerintah, dan pengelola membantu menjaga keadaan. Semuanya berjalan aman dan damai tanpa bertengkar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Borobudur, konser internasional dan istighosah warga berlangsung berdampingan, menghadirkan ruang yang memperlihatkan penghormatan terhadap aktivitas serta pandangan yang berbeda. Aspirasi mengenai peran masyarakat lokal, ekonomi pedagang kecil, dan pelestarian cagar budaya disampaikan dengan santun, sementara pengamanan humanis melibatkan berbagai pihak. Suasana tertib ini menonjolkan kedewasaan warga dalam menjaga kebersamaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magelang, IDN Times - Candi Borobudur kembali menunjukkan wajahnya sebagai monumen peradaban yang agung. Pada Sabtu (31/10/2026), kawasan wisata di Kabupaten Magelang ini menjadi saksi bisu sebuah pemandangan yang menyejukkan hati. Di tengah persiapan konser internasional Andrea Bocelli, ratusan warga dan tokoh masyarakat tampak khusyuk melantunkan doa bersama untuk kebangsaan.

Dua peristiwa dengan latar belakang berbeda itu berlangsung secara berdampingan.

Suara alunan musik kelas dunia berpadu dengan syahdu doa istighosah dari Masjid Al Ikhlas, Dusun Ngaran I. Tidak ada gesekan, tidak ada provokasi. Yang ada hanyalah keindahan toleransi yang dibalut dalam kedewasaan bermasyarakat.

Perbedaan harus saling menghormati

ilustrasi konser musik (pexels.com/Wendy Wei)

Polda Jawa Tengah memberikan apresiasi mendalam atas terciptanya situasi yang damai tersebut. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto, menilai bahwa apa yang terjadi di Borobudur adalah bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia mampu merangkul perbedaan.

"Kami memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda. Namun masyarakat telah menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat disikapi dengan saling menghormati tanpa harus mengganggu hak maupun aktivitas orang lain," tuturnya, Sabtu (7/11/2026).

Pengelola Borobudur disebut bisa rangkul masyarakat setempat

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Yuliyanto. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Kegiatan istighosah dan doa bersama yang digelar Forum Masyarakat Borobudur Bangkit (FMBB) ini berlangsung khusyuk. Acara yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB tersebut dihadiri oleh puluhan warga, tokoh agama, perwakilan ormas, dan lembaga bantuan hukum.

Ketua FMBB, Puguh Triwarsono, menyampaikan bahwa doa bersama ini adalah wujud cinta kasih mereka terhadap tanah air, khususnya kawasan Borobudur. Warga menitipkan harapan besar agar Borobudur tidak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi tetap menjadi denyut nadi perekonomian dan kebudayaan masyarakat setempat.

Melalui doa tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi mereka secara santun. Mereka berharap pengelolaan kawasan Candi Borobudur ke depan bisa lebih merangkul masyarakat lokal, menghidupkan kembali denyut ekonomi pedagang kecil, serta menjaga nilai-nilai luhur cagar budaya. Penyampaian aspirasi ini dikemas dalam nuansa kekeluargaan yang santun, tanpa provokasi.

Polda Jateng apresiasi pengamanan dengan TNI

Ilustrasi konser musik. (freepik.com/wirestock)

Kehadiran Ketua Forum Ukhuwah Islamiah Magelang Raya (FIUIMARA), Priyo Waspodo, dan perwakilan LBH AVADHANA, Ivan Dafis, semakin menguatkan pesan perdamaian tersebut. Mereka sepakat bahwa perjuangan untuk kesejahteraan warga harus tetap berada di jalur yang elegan dan beradab.

Keberhasilan menjaga harmoni ini tidak lepas dari peran serta aparat keamanan. Polda Jateng bersama TNI, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan menerapkan pendekatan yang humanis dan persuasif selama proses pengamanan.

"Terima kasih kepada saudara-saudara yang telah menjaga ketertiban, kepada para pengunjung dan wisatawan yang mengikuti arahan petugas, serta masyarakat sekitar yang turut menjaga lingkungan tetap kondusif," katanya.

Polri, lanjutnya, hadir bukan untuk membatasi hak masyarakat, melainkan untuk memastikan setiap orang mendapatkan perlindungan yang sama. Penyelenggaraan konser yang berjalan lancar dan doa bersama yang penuh khidmat menjadi bukti nyata bahwa demokrasi dan kebebasan berekspresi bisa berjalan selaras.

Tak cuma itu saja, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat kebersamaan. Perbedaan pandangan, kata dia, tidak seharusnya memecah belah persaudaraan, melainkan menjadi kekayaan budaya yang memperkokoh persatuan bangsa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article