Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IPM Jateng Tembus 75,31, Ditopang Cek Kesehatan dan Sekolah Gratis

Kota Semarang
4 min read
IPM Jateng Tembus 75,31, Ditopang Cek Kesehatan dan Sekolah Gratis
Seorang lansia mengikuti cek kesehatan gratis pada layanan Speling Melesat di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • IPM Jawa Tengah 2026 mencapai 75,31, naik 0,54 poin dari 2025 dan masuk kategori pembangunan manusia tinggi, didukung perbaikan kesehatan, pendidikan, serta pengeluaran per kapita.

  • Umur harapan hidup mencapai 75,50 tahun, didorong cek kesehatan gratis bagi 19,6 juta warga dan layanan Speling; pengeluaran per kapita naik menjadi Rp13,28 juta.

  • Pendidikan turut meningkat melalui sekolah rakyat, kuota afirmasi, beasiswa, dan sekolah gratis; Pemalang mencatat pertumbuhan IPM tertinggi, sementara seluruh daerah kini berkategori tinggi atau sangat tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah pada 2026 mencapai 75,31 atau meningkat 0,54 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah dalam kategori pembangunan manusia tinggi.

  1. 1. Ditopang perbaikan umur harapan hidup hingga pengeluaran per kapita

    Ilustrasi indeks pembangunan manusia (pexels.com/Photo Source: Kaboompics.com)
    Ilustrasi indeks pembangunan manusia (pexels.com/Photo Source: Kaboompics.com)

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, bahwa peningkatan IPM ditopang oleh perbaikan seluruh indikator pembentuknya, mulai dari umur harapan hidup, pendidikan, hingga pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

    “IPM 2026 sebesar 75,31. Dibandingkan tahun 2025, IPM tahun 2026 meningkat sebesar 0,54 poin atau 0,72 persen,” ungkapnya, Jumat (6/11/2026).

    Pada 2026, umur harapan hidup saat lahir di Jawa Tengah mencapai 75,50 tahun. Artinya, bayi yang lahir pada tahun tersebut diperkirakan memiliki peluang hidup hingga usia 75,50 tahun.

    Sementara itu, rata-rata lama sekolah tercatat 8,16 tahun. Angka tersebut menggambarkan rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan sekitar delapan tahun atau setingkat kelas II SMP.

    Adapun, harapan lama sekolah mencapai 13,06 tahun. Artinya, penduduk berusia tujuh tahun ke atas diharapkan dapat menempuh pendidikan selama sekitar 13 tahun atau hingga jenjang diploma satu.

    Indikator lainnya, pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan, tercatat sebesar Rp13,28 juta.

  2. 2. Kesehatan dan daya beli dorong kenaikan IPM

    Masyarakat berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar BK Simongan Semarang, Senin (8/4/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
    Masyarakat berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar BK Simongan Semarang, Senin (8/4/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Ali menjelaskan, umur harapan hidup di Jawa Tengah meningkat 0,26 tahun atau tumbuh 0,35 persen dibandingkan 2025. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama periode 2021–2025 yang sebesar 0,25 persen.

    Peningkatan itu antara lain didorong program kesehatan, seperti cek kesehatan gratis dan dokter spesialis keliling atau Speling.

    Hingga awal Oktober 2026, peserta program cek kesehatan gratis di Jawa Tengah tercatat mencapai 19,6 juta warga. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional.

    Sementara itu, program Speling difokuskan untuk menjangkau masyarakat di desa perbatasan dan wilayah terpencil. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah melayani lebih dari 107 ribu warga di 1.138 desa.

    Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat Rp535 ribu atau tumbuh 4,20 persen dibandingkan 2025. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2021–2025 sebesar 3,67 persen.

    “Peningkatan tersebut didukung kenaikan jumlah penduduk bekerja, terutama seiring perluasan industri pengolahan dan penyerapan tenaga kerja di sektor pendukung,” katanya.

    Selain itu, peningkatan pekerja formal, penurunan tingkat pengangguran terbuka, serta berkurangnya persentase penduduk miskin turut menjadi faktor pendukung. Persentase penduduk miskin Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar 9,21 persen.

    Pengendalian inflasi daerah yang terjaga pada awal hingga pertengahan 2026 juga disebut membantu mempertahankan daya beli masyarakat.

  3. 3. Sekolah gratis jadi salah satu penopang

    ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)
    ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

    Dua indikator pendidikan dalam penghitungan IPM Jawa Tengah juga mengalami peningkatan. Harapan lama sekolah naik 0,01 tahun atau tumbuh 0,08 persen dibandingkan 2025. Sementara itu, rata-rata lama sekolah meningkat 0,01 tahun atau tumbuh 0,12 persen.

    Menurut Ali, peningkatan tersebut antara lain didukung penambahan dua sekolah rakyat pada 2026 sehingga totalnya menjadi 16 sekolah. Jumlah itu terdiri dari 11 sekolah rakyat permanen dan lima sekolah rakyat rintisan dengan total 2.692 siswa.

    Dukungan lainnya berasal dari kebijakan kuota afirmasi bagi anak tidak sekolah, anak panti asuhan, dan penyandang disabilitas. Pemerintah juga menyediakan alokasi beasiswa bagi masyarakat kurang mampu serta pendidikan berbasis asrama.

    Selain itu, terdapat program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SLB negeri pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut mencakup 231.724 siswa atau sekitar 40,84 persen lulusan SMP sederajat.

  4. 4. Pemalang catat pertumbuhan IPM tertinggi

    ilustrasi pelajar SMP berangkat sekolah sesuai domisili (Edisi/Henry Lukmanul Hakim)
    ilustrasi pelajar SMP berangkat sekolah sesuai domisili (Edisi/Henry Lukmanul Hakim)

    Berdasarkan capaian kabupaten/kota, Kota Salatiga menjadi daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Tengah, yakni 86,68. Sebaliknya, Kabupaten Pemalang mencatat IPM terendah sebesar 70,18.

    Namun, Pemalang justru menjadi daerah dengan pertumbuhan IPM tertinggi pada 2026, yakni 1,02 persen. Sementara itu, Kota Salatiga yang memiliki IPM tertinggi mencatat pertumbuhan paling rendah sebesar 0,52 persen.

    BPS juga mencatat perubahan status pembangunan manusia di dua kabupaten. Kabupaten Pemalang meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi, sedangkan Kabupaten Sukoharjo naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.

    Ali menyebut peningkatan status kedua daerah tersebut didukung perbaikan seluruh komponen pembentuk IPM.

    Dengan perubahan tersebut, pada 2026 tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berada dalam kategori pembangunan manusia rendah maupun sedang. Seluruh wilayah telah masuk kategori tinggi atau sangat tinggi.

    Secara nasional, IPM Jawa Tengah mencapai 75,31. Sementara itu, IPM tertinggi nasional tercatat di DKI Jakarta sebesar 85,88 dan terendah di Papua Pegunungan sebesar 55,25.

Related Articles

See More