KASAD Lanjutkan Pemadaman Karhutla Kalteng, Kirim 18.989 Personel

KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, tetap berlanjut meski terjadi kecelakaan Helikopter MI-17.
TNI AD mengerahkan 18.989 prajurit ke Kalimantan untuk membantu penanganan karhutla, sementara prajurit yang selamat dari kecelakaan heli akan dipindahkan dari Banjarmasin ke Jawa untuk perawatan.
BNPB akan menangani bantuan Government to Government guna memperkuat pemadaman di Tanjung Puting dan wilayah Kalimantan lain, karena kebakaran masih berlangsung meski hujan telah turun.
Semarang, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting Kalteng tetap dilanjutkan meski disisi lain terdapat insiden kecelakaan Heli MI-17 menewaskan sejumlah prajurit TNI AD.
Ia mengungkapkan pemerintah termasuk TNI AD melakukan proses penanganan karhutla di Kalimantan dengan serius.Â
"Upaya pemadaman tetap berjalan. Kami saat ini khusus Angkatan Darat mengirimkan 18.989 prajurit ke Kalimantan. Jadi sangat besar kita (membantu)," tuturnya.
Pihaknya menegaskan bagi beberapa prajurit TNI yang selamat dalam kecelakaan Heli MI-17 akan dibawa ke Jawa agar mendapat pengobatan yang lebih lanjut. "Posisi mereka saat ini masih di Banjarmasin. Kami akan memindahkan ke Jawa untuk mendapat perawatan," terangnya.
Selain itu pihak BNPB nantinya mendapat bantuan dari program Government to Government (G to G) untuk memperkuat penanganan pemadaman karhutla di Tanjung Puting serta wilayah lainnya di Kalimantan.
Untuk bantuan G to G, katanya nantinya menjadi kewenangan BNPB. "Nanti untuk bantuan G to G kewenanganya ke BNPB ya," jelasnya.
Seperti diberitakan, karhutla di Tanjung Puting Kalteng sampai saat ini masih terjadi. Meski beberapa hari telah diguyur hujan, namun proses pemadaman kebakaran hutan tetap dilakukan dengan maksimal.























