20,84 Juta Warga Jateng Ikut CKG,. Deteksi Dini Diperkuat ke Desa

Pemprov Jawa Tengah mengintegrasikan CKG dan Speling agar warga desa mendapat pemeriksaan kesehatan serta layanan dokter spesialis gratis tanpa perlu ke rumah sakit.
Hingga akhir Oktober 2026, CKG menjangkau 20,84 juta warga; Speling digelar 1.857 kali di 1.603 desa dan kelurahan dengan sasaran 133.132 orang.
Penguatan deteksi dini membantu penanganan risiko ibu hamil dan TBC, sementara angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah dilaporkan turun hampir 21 persen.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan hingga desa.
Kolaborasi kedua program ini memungkinkan masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh layanan dokter spesialis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, hingga 31 Oktober 2026 sebanyak 20,84 juta warga Jawa Tengah telah terjangkau program CKG.
Sementara itu, hingga 2 November 2026, program Speling telah dilaksanakan 1.857 kali di 1.603 desa dan kelurahan, dengan sasaran 133.132 orang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, terus mendorong perluasan program CKG dan Speling untuk meningkatkan deteksi dini penyakit hingga tingkat desa. Integrasi kedua program tersebut memungkinkan dokter spesialis memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di desa, mulai dari pemeriksaan TBC, kesehatan anak, kesehatan jiwa, hingga berbagai penyakit lainnya.
“Dokter itu turun ke bawah untuk mengobati masyarakat di desa. Para warga (dapat pelayanan kesehatan) gratis,” kata Luthfi, Sabtu (7/11/2026).
Melalui deteksi dini, lanjut dia, dapat membantu mengidentifikasi risiko kesehatan ibu hamil maupun indikasi TBC. Jika ditemukan dugaan TBC, petugas kesehatan segera melakukan penelusuran kontak atau tracing dan pengobatan melalui puskesmas, dengan pengawasan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Selain memperluas pemeriksaan kesehatan, Luthfi mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan penyakit. Hal itu sebagaimana diwujudkan melalui kegiatan Fun Run 6,2 kilometer dan Fun Walk 3 kilometer di Kota Semarang hari ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengungkapkan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah turun hampir 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, penurunan tersebut berkat penguatan program CKG yang dipadukan dengan Speling, sehingga penyakit atau kondisi berisiko pada ibu hamil dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
Ia menambahkan, peringatan HKN ke-62 juga diisi berbagai pelayanan kesehatan lintas sektor, mulai dari pemeriksaan penyakit dalam, deteksi dini kanker hati dan hepatitis, kesehatan paru, pemeriksaan mata, hingga edukasi pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan.
“Kita ada kegiatan yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat, sesuai dengan tema HKN pada tahun ini, yaitu Sehat untuk semua,” katanya.
























