- Pemeriksaan Antropometri: Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut untuk mendeteksi risiko obesitas.
- Pengecekan Tensi: Pemeriksaan tekanan darah untuk memantau risiko hipertensi.
- Cek Gula Darah: Skrining awal untuk mendeteksi potensi penyakit diabetes di kalangan warga.
- Konsultasi Dokter: Layanan diskusi langsung dengan dokter terkait hasil pemeriksaan dan langkah antisipasi lanjutan.
Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis untuk Pedagang Pasar Mijen Semarang

- Puskesmas Mijen menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis di Pasar Mijen Semarang untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular.
- Program jemput bola ini disambut baik oleh pedagang, meski ada harapan agar layanan cek kesehatan juga mencakup pengobatan dasar.
- Tenaga kesehatan memberikan layanan antropometri, pemeriksaan tensi, cek gula darah, dan konsultasi dokter dalam program skrining keliling tersebut.
Semarang, IDN Times - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mijen melakukan langkah proaktif dengan menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar pedagang dan pengunjung di Pasar Mijen Semarang, Kamis (12/2/2026). Program jemput bola tersebut merupakan upaya fasilitas kesehatan untuk mendeteksi dini terhadap penyakit tidak menular di tengah masyarakat dengan mobilitas tinggi.
1. Rutin dan berpindah lokasi

Epidemiolog Puskesmas Mijen, Fitria Atmaja Ningtyas menjelaskan, program tersebut dilakukan secara rutin dengan berpindah-pindah lokasi.
Selain pasar, layanan juga menyasar para pekerja di berbagai sektor publik.
"Sistemnya kita menjemput bola. Tujuannya ke pasar tradisional, siapa pun boleh ikut periksa, baik pedagang maupun pengunjung. Sifatnya skrining awal. Nanti hasil dari dokter bisa menjadi rujukan bagi warga untuk tindak lanjut ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)," katanya saat bertugas di lokasi.
2. Ikut diedukasi kaitannya kesehatan dengan nilai agama

Layanan kesehatan itu turut direspons baik oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Mijen yang memiliki jemaah binaan di lingkungan pasar. Penyuluh Agama Islam KUA Mijen, Zahrotun Nisa mengatakan, target khusus di lokasi pasar tradisional adalah anggota Majelis Taklim Istiqomah Pedagang Pasar Mijen yang berjumlah sekitar 50 orang.
Zahrotun menekankan, menjaga kesehatan fisik ikut dianjurkan dalam perspektif agama.
"Tubuh ini merupakan amanah dari Allah. Dengan CKG ini, kita bisa mendeteksi penyakit lebih awal. Ini adalah langkah preventif sekaligus bentuk dukungan kita terhadap program pemerintah yang inklusif," jelasnya.
3. Pemberian layanan dasar CKG

Program jemput bola tersebut disambut positif oleh para pedagang yang kesulitan meninggalkan lapaknya pada jam sibuk. Rahayu Hardiyati (61), seorang pedagang sembako, mengaku terbantu karena dapat menghemat waktu dan biaya.
Meski demikian, Rahayu berharap layanan ke depan tidak sekadar skrining, melainkan juga menyertakan pengobatan dasar.
"Kalau secara rutin dilaksanakan sangat bagus, jadi lebih mudah dan tidak keluar uang ke apotek atau klinik. Kalau bisa, ceknya ditambah seperti asam urat, dan disediakan obat," tutur Rahayu.
Terkait hal tersebut, pihak tenaga kesehatan di lokasi memberikan pemahaman bahwa fokus utama kegiatan lapangan adalah pemetaan awal. Warga yang terindikasi memiliki masalah kesehatan diarahkan untuk segera mengunjungi faskes terdekat guna mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan yang komprehensif.
Dalam pelaksanaan program skrining keliling ini, tenaga kesehatan memberikan sejumlah layanan dasar yang meliputi:


















