Ratusan Mahasiswa di 4 Kota, Dibekali Jadi Mini Eco-Jurnalis

- Para mahasiswa dibekali pemahaman isu lingkungan dan istilah kekinian
- Program Eco-Leaders merupakan pilot project dengan antusiasme mahasiswa cukup tinggi
- Closing program disertai aksi penanaman pohon sebagai komitmen terhadap lingkungan
Karanganyar, IDN Times - Program Eco-Leaders rangkaian kegiatan generasi sadar lingkungan (Gen Darling Fest) dari Bakti Sosial Djarum Foundation (BLDF) resmi ditutup di Colomadu, Karanganyar. Kegiatan yang mengusung tema ‘Hijau itu Keren’ telah berjalan sejak tahun lalu. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 mahasiswa dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Solo.
Program tersebut bertujuan membekali mahasiswa agar mampu menyuarakan isu lingkungan melalui narasi yang tepat dan berbasis pemahaman.
“Oke, hari ini sebetulnya adalah rangkaian closing dari kegiatan yang sudah kami lakukan tahun lalu. Intinya bekerja sama dan berkolaborasi untuk memberikan pembekalan kepada adik-adik mahasiswa agar bisa bersuara atau bernarasi terkait lingkungan,” ujar Director Communication Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara disela kegiatan di De Tjolomadoe, Karanganyar, Kamis (12/2/2026).
1. Dibekali Pemahaman Isu Lingkungan dan Istilah Kekinian.

Dalam program ini, para peserta mendapatkan pelatihan, pembekalan, serta mentoring untuk menjadi “mini eco-jurnalis”. Mereka didorong memahami berbagai istilah dan perkembangan isu lingkungan yang kini banyak digunakan di media sosial maupun media online.
“Lingkungan ini bukan hanya tantangan bagi sekelompok orang, tapi tantangan buat kita semua. Karena itu kami berikan pembekalan supaya saat membuat narasi atau postingan, mereka sudah tahu apa yang dibicarakan,” jelas Mutiara.
Ia menambahkan, isu lingkungan memiliki pendekatan bahasa yang berbeda. Istilah seperti climate change, climate action, hingga carbon menjadi bagian dari materi yang diperkenalkan kepada peserta.
2. Pilot Project, Antusiasme Mahasiswa Cukup Tinggi

Program Eco-Leaders ini merupakan pilot project untuk melihat minat generasi muda terhadap eco-jurnalisme. Dari empat kota, jumlah peserta mencapai sekitar 400 mahasiswa.
“Ini sebenarnya pilot project. Kami ingin melihat apakah ada ketertarikan terhadap eco-jurnalis. Ternyata lumayan banyak. Mudah-mudahan tahun depan bisa ada peningkatan,” ungkapnya.
Ke depan, para peserta akan didorong untuk membuat artikel maupun konten positif bertema lingkungan. Bahkan, rencananya akan ada berbagai kegiatan lanjutan termasuk pemberian penghargaan.
“Kita akan stimulasi mereka untuk membuat artikel atau postingan yang positif. Kontribusi itu bukan hanya aksi langsung, tapi tulisan yang baik juga merupakan salah satu aksi yang kita harapkan,” tutupnya.
3. Closing Disertai Aksi Penanaman Pohon

Sementara itu dikesempatan yang sama Asisten Administrasi Sekda Pemprov Jateng, Dhoni Widianto mengatakan jika Pemperintah Provinsi Jawa Tengah selalu konsen terhadap pengentasan isu-isu lingkungan, seperti saat ini yang terjadi di sepanjang kawasan Pantura Jawa ada banjir, longsor dann juga sampah. Selain itu juga tata kelola sampah juga menjadi komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
“Untuk mengatasi semua itu Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri, kita harus kolaborasi dengan semua pihak salah satunya dengan dunia usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dhoni juga menyebutkan saat ini Gubernur Jateng juga memiliki program ‘Mageri Segoro’ yakni penanaman 1 juta pohon mangrove di sepanjang pantai Pantura untuk mengurangi abrasi dan penurunan tanah.
Kegiatan generasi sadar lingkungan festival atau Gen Darling Fest bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan kolaborasi bagi generasi muda. Musik, kreativitas, dan gerakan peduli lingkungan berpadu dalam satu perayaan. Menghadirkan pembicara dari Pandawara Grup yakni Gilang Rahma Nabilah dan M.Rafly Pasha Putra Pratama, serta menghadirkan bintang tamu penyanyi Idgitaf. Acara juga digelar pemberian penghargaan kepada para peserta Gen Darling Movement dan aksi penanaman pohon tabebuya di kawasan de Tjolomadoe.


















