Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Santan, Peneliti Undip Olah Kelapa Jadi Bahan Kosmetik
Ilustrasi alat kosmetik (freepik.com/freepik)
  • Tim peneliti Undip mengembangkan fosfolipida berbasis kelapa sebagai bahan bernilai tinggi untuk kosmetik, farmasi, dan pangan, termasuk pembentuk liposom yang membantu stabilitas serta penghantaran bahan aktif.
  • Riset dipimpin Prof. Dwi Hudiyanti telah memasuki pengembangan formulasi dan peningkatan skala produksi, dengan kerja sama PT St. Morita Farma untuk mendorong produk kosmetik menuju industri.
  • Fosfolipida kelapa berpotensi menjadi material alami bagi obat, nutraseutikal, akuakultur, dan pertanian, sekaligus meningkatkan nilai kelapa lokal serta mengurangi ketergantungan industri pada bahan baku impor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
selama ini

Berbagai industri masih mengandalkan bahan baku fosfolipida dari luar negeri.

kini

Tim peneliti Undip mengembangkan fosfolipida berbasis kelapa untuk industri kosmetik, farmasi, dan pangan serta menjalin kerja sama dengan PT St. Morita Farma.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim Undip mengembangkan fosfolipida berbasis kelapa sebagai bahan untuk kosmetik, farmasi, pangan, nutraseutikal, serta berpotensi digunakan pada perikanan dan pertanian.
  • Who?
    Tim peneliti Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, dipimpin Prof. Dr. Dwi Hudiyanti, M.Sc., bekerja sama dengan PT St. Morita Farma.
  • Where?
    Pengembangan riset dilakukan di Universitas Diponegoro di Semarang, dengan kolaborasi industri bersama perusahaan kosmetik PT St. Morita Farma.
  • When?
    Pengembangan sedang berlangsung; tim telah mencapai tahap formulasi, peningkatan skala produksi, dan kerja sama industri. Jadwal produksi massal per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Riset dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah kelapa, menyediakan bahan fosfolipida lokal, dan mendorong pengurangan ketergantungan industri nasional terhadap pasokan impor.
  • How?
    Fosfolipida kelapa dikembangkan menjadi bahan pembentuk liposom, pengemulsi, penstabil, pelembap, dan penghantar bahan aktif, lalu ditingkatkan skala produksinya dengan menjaga mutu yang konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para peneliti Undip membuat kelapa jadi bahan untuk kosmetik. Mereka dipimpin Bu Dwi. Bahan dari kelapa ini bisa membantu krim kulit dan rambut bekerja lebih baik. Undip juga bekerja dengan perusahaan kosmetik PT St. Morita Farma. Sekarang mereka mencoba membuatnya banyak-banyak supaya tidak perlu terlalu banyak beli bahan dari luar negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Riset Undip memperlihatkan bagaimana kelapa dapat memperoleh peran baru melalui pengembangan fosfolipida bernilai tinggi. Kemajuan dari formulasi hingga kerja sama industri memberi dasar nyata bagi hilirisasi, sementara potensi penggunaannya di kosmetik, farmasi, dan pangan menegaskan luasnya manfaat inovasi berbasis komoditas lokal ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Kelapa selama ini identik dengan santan, minyak goreng, atau gula kelapa. Namun, di tangan para peneliti Universitas Diponegoro (Undip), komoditas yang melimpah di Indonesia itu kini dikembangkan menjadi bahan baku bernilai tinggi untuk industri kosmetik, farmasi, hingga pangan.

Tim peneliti Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP berhasil mengembangkan fosfolipida berbasis kelapa, material yang selama ini banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik modern dan sebagian besar masih bergantung pada pasokan impor.

Riset yang dipimpin Prof. Dr. Dwi Hudiyanti, M.Sc. tersebut tidak hanya berhenti pada tahap laboratorium. Tim peneliti telah melangkah hingga pengembangan formulasi, peningkatan skala produksi, serta menjalin kerja sama dengan industri untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian.

1. Manfaatkan fosfolipida kelapa jadi bahan kosmetik

Tim peneliti Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP berhasil mengembangkan fosfolipida berbasis kelapa, material yang selama ini banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik modern dan sebagian besar masih bergantung pada pasokan impor. (dok. Undip)

Fosfolipida merupakan senyawa yang memiliki kemampuan unik karena mampu berinteraksi dengan air sekaligus minyak. Karakteristik ini membuat fosfolipida banyak digunakan dalam teknologi formulasi modern, terutama untuk membentuk liposom atau kapsul mikroskopis yang berfungsi membawa bahan aktif agar bekerja lebih efektif.

Dalam industri kosmetik, fosfolipida berperan sebagai pengemulsi, penstabil, pelembap, hingga sistem penghantar bahan aktif dalam produk perawatan kulit dan rambut.

“Fosfolipida kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun liposom untuk meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan penghantaran bahan aktif pada produk kosmetika,” ujar Prof. Dwi.

Teknologi ini menjadi penting karena kualitas produk kosmetik modern tidak hanya ditentukan oleh bahan aktif yang digunakan, tetapi juga bagaimana bahan tersebut dapat terserap dan bekerja secara optimal pada kulit.

2. Ubah hasil riset laboratorium jadi produk massal jadi tantangan

Ilustrasi Penelitian di Laboratorium

Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian bahan alam adalah mengubah hasil riset skala laboratorium menjadi produk yang bisa diproduksi massal oleh industri.

Maka itu, tim Undip fokus mengembangkan proses produksi fosfolipida kelapa dalam skala yang lebih besar tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan fosfolipida kelapa memiliki potensi untuk diproduksi secara berkelanjutan dengan mutu yang konsisten, syarat utama yang dibutuhkan dunia industri.

Untuk mempercepat hilirisasi, Undip menggandeng perusahaan kosmetik PT St. Morita Farma dalam pengembangan formulasi dan produk kosmetik berbasis fosfolipida kelapa. Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi benar-benar masuk ke rantai produksi dan pasar.

Selain membuka peluang bisnis baru, pengembangan fosfolipida kelapa juga memiliki nilai strategis bagi industri nasional.

Selama ini berbagai industri masih mengandalkan bahan baku fosfolipida dari luar negeri. Jika teknologi produksi berbasis kelapa berhasil dikembangkan secara ekonomis, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

3. Fosfolipida bisa jadi material alami produk industri masa depan

ilustrasi minyak kelapa (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Menurut Prof. Dwi, hilirisasi kelapa menjadi bahan baku industri bernilai tinggi menunjukkan bahwa sumber daya alam tidak harus dijual dalam bentuk mentah. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, kelapa dapat diubah menjadi specialty material yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan produk konvensional.

‘’Potensi fosfolipida kelapa ternyata tidak berhenti di industri kecantikan. Dalam bidang farmasi, material ini dapat digunakan sebagai pembawa obat dan senyawa bioaktif untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas terapi. Kemudian, di sektor pangan dan nutraseutikal, fosfolipida berfungsi sebagai pengemulsi alami sekaligus material enkapsulasi vitamin dan antioksidan, jelasnya..

Bahkan, pemanfaatannya berpotensi merambah sektor perikanan dan pertanian. Fosfolipida kelapa dapat digunakan sebagai sistem penghantar nutrisi pada pakan akuakultur hingga pembawa pupuk hayati dan senyawa perlindungan tanaman.

Dengan spektrum penggunaan yang luas, fosfolipida kelapa dinilai bukan sekadar bahan tambahan, melainkan platform material alami yang dapat menjadi fondasi berbagai produk industri masa depan.

4. Buka peluang baru peningkatan nilai ekonomi kelapa

Ilustrasi minyak kelapa untuk perawatan rambut berkilau (pixabay.com/moho01)

Pengembangan fosfolipida kelapa menjadi contoh bagaimana riset perguruan tinggi dapat mengubah komoditas yang selama ini dianggap biasa menjadi produk berteknologi tinggi.

‘’Jika hilirisasi berjalan sesuai target, kelapa Indonesia tidak hanya dikenal sebagai bahan santan atau minyak goreng, tetapi juga sebagai sumber bahan baku untuk industri kosmetik, farmasi, pangan, hingga teknologi kesehatan.’’ kata Dwi.

Inovasi tersebut sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan nilai ekonomi kelapa nasional, memperkuat rantai pasok industri dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.

Dari pohon yang selama ini tumbuh di pekarangan rumah warga, kelapa kini sedang dipersiapkan untuk masuk ke laboratorium, pabrik kosmetik, hingga industri berteknologi tinggi. Sebuah lompatan nilai tambah yang menunjukkan bahwa inovasi besar bisa lahir dari komoditas yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article