Tempe adalah salah satu bahan makanan wajib di dalam kulkas masyarakat Indonesia. Selain harganya murah dan kaya protein, tempe sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu lezat. Namun, masalah utama dari tempe adalah sifatnya yang mudah sekali mengalami pembusukan, menghitam, dan rasanya berubah menjadi kecut jika salah disimpan.
Kebiasaan paling umum yang sering dilakukan adalah langsung memasukkan tempe yang masih terbungkus kantong plastik bawaan dari pasar ke dalam kulkas. Padahal, trik ini justru membuat tempe cepat rusak, Lur!
Agar tempe persediaanmu tetap segar, padat, dan tidak kecut hingga berhari-hari, yuk simak trik menyimpan tempe di kulkas yang benar berikut ini.
Mengapa Kantong Plastik Bikin Tempe Cepat Busuk?
Tempe merupakan makanan hasil fermentasi yang dihasilkan oleh jamur Rhizopus oligosporus. Jamur ini adalah organisme hidup yang masih terus "bernapas" dan melakukan proses metabolisme meskipun tempe sudah jadi.
Ketika tempe dibungkus rapat di dalam kantong plastik kedap udara, uap air hasil respirasi jamur akan terperangkap di dalam plastik. Hal ini menyebabkan kondisi di dalam plastik menjadi sangat lembap. Kelembapan yang tinggi inilah yang memicu bakteri pembusuk berkembang biak dengan cepat, membuat tempe menjadi berlendir, menghitam, dan mengeluarkan aroma asam atau kecut.
