Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bulog Jateng Yakin Bantuan Pangan Bisa Turunkan Harga Beras Jadi Rp10.900
Ilustrasi gudang beras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Semarang, IDN Times - Perum Bulog Divre Jawa Tengah menyebutkan penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram bisa membantu menstabilkan harga beras di pasar tradisional. 

Dengan memperbanyak bantuan beras kepada masyarakat, pihak Bulog optimistis bisa mengurangi permintaan di pasar. 

"Harapannya ini bisa mengendalikan harga karena kebutuhan beras telah dilayani dan dicukupi dari bantuan pangan. Jadinya, paling tidak akan mengurangi permintaan mereka di pasar. Dan kami berharap juga harganya bisa turun," ujar Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Akhmad Kholisun ketika dikonfirmasi IDN Times, Selasa (3/10/2023). 

1. Bisa turunkan harga beras sesuai HET

Penyaluran bantuan sosial (bansos) beras di Balikpapan, Kalimantan Timur. (dok. Bulog)

Menurutnya harga beras di pasar tradisional bisa kembali diturunkan dengan mengacu patokan Harga Eceran Tetap (HET). 

Apabila acuannya sesuai patokan HET, katanya maka ia yakin harga beras medium bisa ditekan sampai angka Rp10.900 per kilogram. 

Optimismenya juga didasari atas pengakuan para pedagang beras bahwa pengendalian harga beras bisa dilakukan secara bertahap. 

“Dengan bantuan pangan ini, menurut informasi pedagang memang bisa dilakukan penurunan harga. Ya semoga aja sih harga pasarannya bisa turun sesuai HET beras medium yaitu Rp10.900,” tutur Kholisun. 

2. Bantuan pangan kembali disalurkan 5 Oktober

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Akhmad Kholisun saat membeberkan data progres penyaluran bantuan pangan berupa beras ke sejumlah kabupaten/kota. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Berdasarkan data realisasi penyaluran bantuan pangan yang dikerjakan Bulog Jateng, proses pendistribusian pada tahap kedua bulan September 2023 sudah rampung 100 persen. 

Pihak Bulog juga masih akan menggelontorkan bantuan pangan pada 5 Oktober lusa dengan sasaran keluarga penerima manfaat (KPM) hampir sama dengan data bulan sebelumnya. Masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan bantuan jatah pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram. 

"Yang tahap pertama sudah disalurkan bulan April, Mei, Juni. Untuk tahap kedua penyalurannya dimulai September, Oktober dan November," ujarnya. 

3. Bulog Jateng juga salurkan beras SPHP sebanyak 67 ribu ton

Ilustrasi beras Bulog. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara untuk distribusi beras dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), pihaknya menyalurkan sejumlah 67 ribu ton.

Beras SPHP disalurkan melalui para pedagang, pengecer pasar, warung kelontong, toko ritel dengan bekerjasama Dinas Ketahanan Pangan. 

Adapun pengecer yang mengikuti program SPHP ada 756 kios di 133 pasar. "SPHP ini terus dilakukan sampai akhir tahun. Dan lebih masif lagi tidak hanya titik pasar modern. Tapi juga ke titik masyarakat yang butuh beras SPHP,"  tambahnya. 

Editorial Team

Related Article