Gedung rektorat kampus Undip Tembalang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Tanpa perlu menyewa toko fisik, manfaatkan ponsel pintar milikmu untuk memasarkan produk. Ambil foto baju menggunakan pencahayaan alami dekat jendela dengan latar belakang kain putih polos yang bersih. Unggah konten kreasi padu padan (mix and match) pakaian tersebut di Instagram dan TikTok.
Bidik target pasar mahasiswa dari kampus-kampus besar di Semarang seperti UNDIP, UNNES, atau UDINUS. Tawarkan layanan penyerahan barang secara langsung atau COD (Cash on Delivery) di titik kumpul populer seperti Tembalang, Sekaran, atau Simpang Lima untuk memberi kenyamanan bebas ongkos kirim bagi pembeli.
Memulai usaha thrifting tidak selalu membutuhkan modal jutaan rupiah. Lewat ketelitian memilih baju di pasar grosir dan sentuhan pembersihan yang rapi, bisnis baju bekas bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang sangat menjanjikan.
Nah Millennials, dari beberapa lokasi pasar baju bekas di Semarang di atas, mana nih spot yang ingin kamu kunjungi pertama kali untuk berburu barang thrift? Bagikan artikel ini ke teman bisnismu, ya!