Jumenengan Nata PB XIV Purboyo. (IDN Times/Larasati Rey)
Di sisi lain, penegasan juga datang dari kubu PB XIV Purboyo. Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, meminta secara terbuka agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang memicu dualisme acara.
"Kami berharap tidak ada pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kegiatan tandingan atau menciptakan dualisme acara yang berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat serta mengurangi nilai adat leluhur, budaya, dan kesakralan," tegas Rumbay, putri dari PB XIII tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Hajad Dalem Kirab Pusaka ini harus berjalan murni tanpa rongrongan terhadap marwah, kewibawaan, dan legitimasi adat Keraton Surakarta yang diwariskan turun-temurun.
Bagaimanapun dinamika internal yang sedang terjadi, Kirab Malam 1 Suro tetaplah aset budaya berharga milik bersama. Semoga proses mediasi dalam waktu dekat ini membuahkan hasil manis ya, Lur, agar kirab kebo bule besok Selasa malam tetap berjalan dengan adem, aman, dan penuh kekhidmatan!
Berapa harga tiket masuk untuk menonton Kirab Malam 1 Suro di Keraton Solo? | Tidak ada tiket masuk alias gratis. Masyarakat umum dan wisatawan bisa menyaksikan prosesi kirab secara bebas dari pinggir jalan di sepanjang rute luar benteng keraton yang dilewati iring-iringan. |
Apakah ada aturan pakaian khusus bagi penonton yang ingin menyaksikan kirab? | Penonton sangat dilarang memakai pakaian berwarna merah atau warna-warna yang terlalu mencolok. Selain itu, penonton wajib berpakaian sopan dan dilarang memakai pakaian berbahan beludru dengan bordir emas yang menyerupai pakaian adat resmi internal keraton. |
Mengapa penonton dilarang menyalakan lampu kilat (flash) kamera saat memotret? | Lampu kilat (flash) dapat mengejutkan dan membuat Kebo Bule Kyai Slamet stres atau ketakutan. Jika kebo bule mengamuk, hal itu bisa membahayakan keselamatan para abdi dalem, peserta kirab, serta ribuan penonton di lokasi. |
Apa rute detail yang dilewati oleh iring-iringan Kirab Pusaka dan Kebo Bule? | Kirab dimulai dari Kori Kamandungan, lalu melewati Supit Urang, Jalan Pakoe Boewono, Gapura Gladag, Jalan Jenderal Sudirman, berbelok ke Jalan Mayor Sunaryo (depan PGS), Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Nonongan, Jalan Slamet Riyadi, dan kembali masuk ke Keraton. |