Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Catat Lur! Gabah Diluar HPP Tetap Dibeli Bulog Jateng, Segini Harganya
Kepala Bulog Divre Jateng Sopran Kenedi membeberkan data harga patokan untuk membeli gabah dan beras yang kualitasnya di bawah standar acuan pemerintah. (IDN Times Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Bulog Kanwil Jawa Tengah memastikan akan membeli seluruh gabah yang dihasilkan para petani di sentra-sentra penghasil padi. Ini dilakukan demi mengejar target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Tak cuma gabah yang memenuhi standar yang dibeli oleh Bulog, tapi gabah yang dipanen petani dengan kualitas di bawah kualitas juga akan dibeli. 

1. Bulog berlakukan acuan harga rafaksi

Ilustrasi gabah (Pexels.com/icon0.com)

Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Sopran Kenedi mengatakan gabah kering yang dipanen para petani dengan kualitas diluar standar tetap akan diserap oleh pihaknya dengan mengacu harga rafaksi. 

"Jadi selain menerbitkan patokan HPP yang baru untuk menyerap gabah kering, pemerintah juga sudah menerbitkan aturan rafaksi yang artinya penyesuaian harga untuk gabah diluar kualitas," kata Sopran, Senin (20/1/2025). 

2. Daftar harga rafaksi gabah tingkat petani dan penggilingan

Infografis patokan HPP gabah dan beras sesuai acuan Rapeksi Bulog. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia berkata gabah milik petani yang tidak diserap sesuai HPP yang baru, maka tetap dibeli dengan melihat kualitas barangnya.

Acuan harga rafaksi jenis gabah kering panen (GKP) diluar kualitas (GLK) 1 di tingkat petani dengan kadar air maksimal 25, kadar hampa 11-15 persen dan rafaksi Rp300 per kilogram dihargai Rp6.200 per kilogram.

Untuk jenis GLK 2 di tingkat petani dengan kadar air maksimal 26-30 persen, kadar butir hampa maksimal 10 persen dan rafaksi Rp425 per kilogram dihargai Rp6.075 per kilogram. 

Kemudian jenis GLK 3 di tingkat petani dengan kadar air maksimal 26-30 persen, kadar butir hampa 11-15 persen dan patokan rafaksi Rp750 dihargai Rp5.750 per kilogram. 

Adapun GPK di tingkat penggilingan diluar kualitas 1 dengan kadar air maksimal 25 persen, kadar butir hampa 11-15 persen dan patokan rafaksirafaksi Rp300 dihargai Rp6.400 per kilogram. 

GPK di tingkat penggilingan diluar kualitas 2 dengan kadar air maksimal 26-30 persen, kadar butir hampa 10 persen dan patokan rafaksi Rp425 dihargai Rp6.275.

Yang terakhir adalah GPK di tingkat penggilingan diluar kualitas 3 dengan kadar air maksimal 26-30 persen, kadar air 11-15 persen dihargai Rp5.950 per kilogram. 

"Kalau terinfo ada gabah tidak dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 berarti kita kembali ke kualitas pembelian. Apakah kadar airnya melebihi 25 persen atau butir hampanya melebihi itu nanti kita lihat barangnya. Kalau gabah petani sudah memenuhi persyaratan rafaksi tadi maka Bulog wajib membeli gabah dari petani," tuturnya. 

3. Bulog Jateng targetkan serap gabah 70 persen untuk Januari-Juni

Ilustrasi gabah hasil produksi petani di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lebih jauh lagi, untuk menyiasati punca musim penghujan yang bertepatan dengan masa panen raya awal tahun ini, pihaknya mengoptimalkan penyerapan gabah sebanyak 60-70 persen. Target tersebut berlaku untuk penyerapan gabah dari Januari-Juni 2025.

"Maka dari itu katakanlah sampai bulan Juni nanti target penyerapan kita bisa terpenuhi 270 ribu ton. Memang upaya ini kita push untuk panen raya," urainya. 

Editorial Team

Related Article