Semarang, IDN Times - Pengelola Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang sedang menggiatkan kegiatan kontrol keliling (trolling) di sekitar area tembok yang sulit dijangkau.
Peningkatan kegiatan trolling difokuskan area brandgang dan lingkungan sekitar lapas. Khususnya di titik-titik yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melakukan pelemparan barang terlarang.
Kepala Lapas Kedungpane, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum untuk semakin memperkuat sistem pengamanan di seluruh area lapas.
"Keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini tidak membuat kami berpuas diri. Justru menjadi pengingat untuk terus memperkuat sistem pengamanan," Rabu (5/8/2026).
Tidak hanya itu, jajaran Lapas turut melakukan pemetaan terhadap area yang belum terjangkau pengawasan kamera atau blind spot, kemudian menambah titik pemasangan CCTV sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan berbasis teknologi.
Selain memperketat patroli, Lapas Semarang juga melakukan pengecekan dan perawatan kamera pengawas (CCTV) secara berkala guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal.
"Kami meningkatkan patroli di area sekitar lapas, melakukan pengecekan rutin terhadap CCTV, serta menambah kamera pengawas pada titik-titik yang masih menjadi blind spot agar setiap potensi gangguan dapat terdeteksi lebih cepat," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, penguatan keamanan tidak hanya dilakukan melalui sarana dan prasarana, tetapi juga dengan meningkatkan kewaspadaan seluruh petugas melalui pengawasan yang konsisten dan terukur.
Pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum serta mengoptimalkan fungsi deteksi dini sebagai bagian dari implementasi komitmen mewujudkan Lapas yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan.
