Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tobat di Lapas Semarang, Sudrajat Pilih Hapus 5 Tato: Takut Mati Bawa Rajah

Kota Semarang
Tobat di Lapas Semarang, Sudrajat Pilih Hapus 5 Tato: Takut Mati Bawa Rajah
Penghapusan tato untuk meningkatkan kesadaran perawatan tubuh. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Sudrajat, terpidana narkotika 15 tahun di Lapas Kedungpane Semarang, mengikuti program penghapusan tato sebagai bagian dari keinginannya bertobat dan memperbaiki diri.
  • Ia memiliki lima tato sejak remaja akibat pengaruh pergaulan, serta khawatir sulit diterima masyarakat setelah bebas bila tubuhnya masih bertato.
  • Program penghapusan tato diikuti tujuh dari 58 warga binaan dan direncanakan berlangsung lima tahap karena prosesnya membutuhkan kesabaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebuah tato biasanya penuh kenangan. Bagi Sudrajat, tato juga meninggalkan sisi kelam masa remaja. 

Sudrajat mengaku sudah lama mempunyai keinginan untuk menghapus tato ditubuhnya. 

“Saya kepengin ngilangin tatonya. Cuman enggak ada jalan. Akhirnya lapas mengadakan hapus tato, saya langsung tergerak untuk ikut Pak," tutur pria yang sedang menjalani pidana 15 tahun ini di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, saat ditemui Rabu (29/7/2026). 

Sudrajat takut meninggal dalam kondisi bertato

Seorang narapidana menjalani penghapusan tato di Lapas Kedungpane Semarang sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.
Satu persatu narapidana meminta dihapus tatonya. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

Dengan berjalannya usia, ia merasa khawatir jika badannya masih penuh Rajah akan membawa dampak negatif di kemudian hari. 

Apalagi ia yang jadi terpidana kasus narkotika bisa jadi membuat sulit diterima kembali ditengah masyarakat kalau masih punya tato.

"Takut bayangin, baca berita ada mayat bertato dibiarkan saja, sudah mati masih bertato rasanya takut. Semua orang banyak melakukan kesalahan, tapi dimana ada niat pasti ada kesempatan," bebernya. 

Sudrajat sibuk kerja di unit laundry lapas

Seorang narapidana menjalani penghapusan tato pada bagian lengan dalam kegiatan di Lapas Kedungpane.
Seorang narapidana dihapus tatonya. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane)

Sudrajat punya lima tato. Bahkan ada tato yang ia buat sejak umur 17 tahun, dua pada bagian kaki dan tiga di tangan. Kala remaja ia  terpengaruh pergaulannya dengan anak-anak jalanan pada masa itu.

Selama di lapas, ia menunjukkan perubahan positif untuk bertobat dan memperbaiki diri setelah mengikuti kegiatan tersebut. 

Selain itu, Sudrajat juga aktif mengikuti kegiatan pesantren. Ia rutin salat berjamaah, baca Al Quran hingga ikut kajian. 

Dengan sisa masa pidana yang tinggal sedikit, ia berharap penghapusan tatonya bisa hilang sehingga ia dapat kembali menjalani kehidupan yang aman dan bersih.

"Disini saya menyibukkan kerja di unit laundry, sudah kurang lebih 6 tahun. Alhamdulilllah dapat penghasilan (premi), hasilnya saya kirim ke anak untuk bantu biaya sekolah," akunya.

Tujuh napi ikut penghapusan tato

IMG-20251225-WA0082.jpg
Sejumlah narapidana diberi remisi oleh Kepala Lapas Kedungpane Semarang Ahmad Tohari. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala Lapas Kedungpane, Ahmad Tohari, mengatakan aksi menghapus tato diikuti tujuh narapidana. Yang ikut menghapus tato adalah narapidana yang semangat berubah dan hijrah untuk menuju hidup yang lebih baik.

"Dari 58 warga binaan, ada sekitar 7 orang ikut program hapus tato. RRencana akan dilaksanakan lima kali secara bertahap, karena memang untuk menghapus tato memerlukan kesabaran. Alhamdulillah warga binaan sangat antusias, saya rasa mereka mendapatkan banyak pelajaran disini," ujar Ahmad. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More