Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dari Balik Jeruji di Semarang, Napi Narkoba Ini Hasilkan 300 Telur per Hari
Bedi terlihat mengambil telur yang ada di dalam kandang ayam Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)
  • Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang membina narapidana kasus narkotika melalui program peternakan ayam petelur sebagai upaya pembentukan perilaku positif dan keterampilan kerja.
  • Bedi, napi kasus narkoba yang sudah empat tahun menjalani hukuman, aktif belajar beternak ayam dan berencana membuka usaha ayam kampung setelah bebas nanti.
  • Peternakan lapas menghasilkan sekitar 300 telur per hari yang dijual ke mitra, dengan hasil penjualan dibagi untuk modal, PNBP, serta premi bagi narapidana pekerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pengelola Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang sedang berusaha keras membentuk perilaku para narapidana agar berkelakuan baik saat keluar lapas. Salah satunya mengajari sejumlah narapidana kasus narkotika berternak ayam petelur di area peternakan setempat. 

Bedi, seorang terpidana kasus narkoba mengaku senang bisa mencoba belajar berternak ayam di dalam lapas. Sebab selama menghabiskan hukuman 10 tahun, dirinya lebih banyak menganggur di dalam blok kamar. 

"Saya seneng kerja, ikhlas, saya sudah menerima keadaan, daripada di blok cuma diem aja. Awalnya kerja di taman kemudian ditawari disini ya mau aja. Selama kerja disini enjoy aja gak ada kendala," tuturnya, Senin (8/7/2026). 

Bedi kepengin punya usaha ayam kampung

Lapas Kedungpane Semarang punya peternakan ayam petelur dengan jumlah yang lumayan besar. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

Bedi bilang ini adalah tahun keempatnya dirinya mendekam di Lapas Kedungpane. 

Walau badan meringkuk di jeruji besi, Bedi masih memiliki harapan untuk kehidupan mendatang. 

Dengan ilmu yang didapat di dalam lapas, ia ingin membangun usaha bersama keluarga.

Bedi pun berangan-angan membuat bisnis peternakan ayam kampung kalau sudah dapat modal. 

"Kalo sudah bebas saya berencana membangun usaha ayam kampung, ilmunya kan sudah dapat, jika ada modal sudah tinggal jalan aja," akunya. 

Lapas Kedungpane sedang membina narapidana di peternakan ayam

Peternakan ayam petelur jadi sarana pembinaan bagi narapidana Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

Kalapas Kedungpane, Ahmad Tohari menuturkan, peternakan ayam petelur merupakan salah satu kegiatan pembinaan narapidana. Peternakan tersebut tergabung dalam integrated farming yang berisi pertanian, perikanan dan peternakan.

"Kami memiliki laboratorium mini dan lahan integrated farming yang dimanfaatkan untuk pembinaan warga binaan. Selain untuk kegiatan rutin, disitu warga binaan juga dapat melakukan pengujian dan pengembangan ilmu yang telah didapat," katanya. 

Sehari hasilkan 300 telur

ilustrasi peternakan ayam (pexels.com/Emma Cate)

Dalam sehari, pihaknya kerap memanen dua kali mulai pagi dan siang. Bahkan kini mampu menghasilkan hampir 300 butir telur. Hasil panen tersebut kemudian dijual ke mitra lapas. Hasil penjualan dibagi untuk modal, PNBP dan premi buat narapidana.

"Khusus bagian peternakan, ada 3 warga binaan yang mengelola. Penetapan pekerja ini sebelumnya melalui beberapa seleksi, jika terpenuhi baru bisa dipekerjakan. Setuap hari mereka bekerja dengan didampingi oleh petugas," ujar Tohari.

Editorial Team

Related Article