Cerita Korban Selamat Longsor Pekalongan, Terguling-guling Disapu Air

Pekalongan, IDN Times - Didik Setiawan, Warga Tlogopakis tak menyangka hari itu, Senin (20/1/2025) bakal terjadi banjir bandang yang meratakan bangunan kafe yang dkelolanya ersama tiga orang rekannya. Didik merupakan salah satu korban selamat dari banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
1. Limpahan air bercampur lumpur datang dari belakang kafe

Didik yang juga pengelola Alo Cafe salah satu bangunan yang tersapu banjir bandang mengaku sebelum terjadinya banjir, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dari pukul 16.00 WIB hingga selepas Maghrib. Dikatakannya ada belasan orang yang saat itu berada di kafe yang dikelolanya tersebut. "Awalnya ada 10 orang tamu, karyawan kafe ada 4 orang, kemudian datang tiga orang tamu, dan datang lagi rombongan menggunakan mobil, mereka berteduh sekalian makan juga," kata Didik.
Didik mengatakan ia sempat melayani para pengunjung sebelum bencana itu terjadi, sebelum kemudian Ia bersama seorang temannya keluar mengecek saluran air, pasalnya akibat lebatnya hujan genangan air yang tak tertampung di saluran air sempat melimpah ke bagian kafe tersebut. Belum lama ia keluar kafe, dari arah belakang kafe ia melihat air bercampur lumpur menerjang bangunan kafe.
"Kita spontan langsung lari, karena larinya di persawahan kita gak bisa lolos dan tetap kena limpahan air," katanya. Didik menceritakan beberapa saat tubuhnya berguling-guling tersapu air, tubuhnya juga sempat terlilit kabel kemudian dia sempat tak sadar, sempat sadar dan hendak berdiri didik kembali terbawa derasnya arus air bahkan Ia kembali berguling-guling hingga menelan tanah. "Sempat tak sadar juga, terus ketika sudah sadar tahu-tahu berada di balik batu besar," katanya.
2. Air kembali menerjang

Ia pun kemudian berusaha menyelematkan diri dengan menjauh dari area banjir bandang karena khawatir ada banjir susulan. "Saya pergi ke lokasi sebelah, di situ ada bekas POM ternyata di situ ada banyak orang ngumpul juga, cuma orang-orang di situ gak tahu kalau ada longsor," katanya. Bekas POM bensin tersebut menurut Didik juga merupakan lokasi yang berdekatan dengan rumah pak Carik Desa Kasimpar.
Ternyata tak hanya ia yang selamat dari limpahan air, dua orang rekan Didik juga selamat dan menyusulnya, mereka pun sempat ditolong oleh orang-orang yang berada di sana. Tak beberapa lama di situ luapan air kembali terjadi, Didik dan dua orang temannya memutuskan untuk pergi, Didik menuturkan limpahan air menurutnya datang berkali-kali, "Sudah mulai banjir akhirnya kami bertiga pergi, cuma orang-orang yang di situ gak mau diajak pergi," katanya.
3. Kaget bekas POM tempat ia menyelamatkan diri rata dengan tanah

Mereka kemudian menjauh dari bekas POM yang saat itu digunakan oleh warga untuk berteduh dari derasnya hujan, niat mereka yakni menuju kampung terdekat di lokasi, namun ternyata jembatan penghubung telah putus, merekapun memutuskan untuk kembali lagi ke lokasi bekas POM bensin tersebut, Didik mengaku kaget kemlali ke bekas POM bensin lokasi tersebut sudah rata dengan tanah. "Pas kita balik ke sana tempatnya sudah rata, cuma kita gak tahu ada yang selamat atau tidak kita tidak tahu," katanya.
Didik mengaku tak menyangka bakal terjadi banjir bandang dan longsor yang menyapu kafe tempat usahanya, pasalnya di lokasi jauh dari tebing dan jauh dari sungai. "Dari sungai jaraknya 500 meter itupun sunai berada di bawah dan cukup dalam, sementara dari tebing cukup jauh jaraknya sekitar 1 km," terangnya. Pasca kejadian tersebut Didik yang mengalami luka-luka kemudian menyelamatkan diri ke pemukiman warga dan ditolong serta dirawat oleh warga.
Karena akses jalan terputus baru pada hari Selasa ia mendapat perawatan dari tim medis, "Habis kejadian dirawat di rumah warga, nunggu bantuan datang. Cuma jalan ke sini tertutup, kita gak bisa kemana-mana pas Selasa siangnya banyak orang bawa korban dengan ditandu," ujarnya.
4. Penyebab banyaknya korban

Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengatakan total ada tiga bangunan yang rusak akibat longsor yang terjadi pada Senin (20/1/2025), bangunan yang rusak diantaranya rumah Pak Carik Kasimpar,rumah seorang pendeta dan sebuah kafe."Di bawah ada rumah pendeta dan ada rumah pak carik dan satu kafe itu yang kena longsoran jadi hanya tiga bangunan utama ini yang menjadi pusat bencana," kata Rizky.
Menurutnya pada saat terjadi longsor belasan orang sedang berada di rumah pak carik untuk berteduh warga yang hendak menuju ke Petungkriyono. Selain berteduh dari hujan warga juga mendapat informasi ada longsor di bagian atas jalan menuju ke Petungkriyono. "Mereka berteduh di sana, karena merasa lokasi tersebut aman, jauh dari tebing di situ lokasinya adalah sawah," katanya.
Sementara di lokasi kafe menurut Dandim pada saat kejadian diperkirakan ada sekitar 20-30 orang yang berkumpul di sana, pada saat kejadian menurutnya ada acara di kafe tersebut. "Di kafe Alo itu ada acara kegiatan di sana dan ada video juga dari tim relawan, beberapa orang memang ada kegiatan keluarga dan juga memang menunggu hujan reda," katanya. Sementara rumah pendeta menurutnya saat itu sedang kosong.


















