Ibu Korban Longsor di Pekalongan Sebut Anaknya Sempat Diajak Pulang

Pekalongan, IDN Times - Jumlah korban meninggal akibat longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan terus bertambah. Hingga Rabu (22/1/2025) sebanyak 20 orang ditemukan tewas, untuk korban luka-luka sebanyak 13 orang dan sebanyak delapan orang hilang saat bencana longsor.
Salah satu korban longsor yang belum diketemukan yakni Sukirman. Rasmini (59) ibu Sukirman mengatakan pada saat kejadian anaknya tersebut bersama dengan belasan orang lainnya tengah berteduh di rumah Pak Carik Kasimpar.
1. Sukirman memilih berteduh di rumah pak Carik karena akses jalan tertutup longsor

Dalam perjalanan pulang Rasmini mengisahkan putranya tersebut sempat melihat di beberapa titik jalur ke arah Petungkriyono tertutup longsor, apalagi saat itu kondisi sedang hujan. Ia pun memutuskan untuk balik arah untuk ikut berteduh di rumah Pak Carik. "Anak saya itu baru pulang kerja dari Doro, di perjalanan ia melihat ada longsor, jalan tak bisa dilewati akhirnya Dia balik arah dan ikut berteduh di rumah Pak Carik," ujar Rasmini.
Sampai di rumah Pak Carik menurutnya ada belasan orang yang juga berteduh di sana, hujan juga tengah deras-derasnya mengguyur lokasi. Sukirman sempat diajak bapaknya untuk langsung pulang namun ajakan tersebut tak digapai oleh Sukirman. "Anaknya bilang masih ingin berteduh karena saat itu juga tengah hujan," ucap Rasmini.
Baru beberapa saat sang suami sampai di umah Rasmini mengatakan Ia dikabari jika terjadi longsor dan memporakporandakan rumah pak Carik beserta sebuah kafe yang letaknya tak jauh dari rumah pak Carik. "Pas suami pulang sampai rumah dapat kabar kalau ada longsor," katanya. Meski anaknya ikut tersapu longsor Rasmini masih bersyukur suaminya tak ikut menjadi korban, pasalnya suaminya juga sempat berada di lokasi sebelum terjadinya bencana tersebut. "Sukur Alhamdulillah suami saya sudah pulang, kalau belum pulang mungkin ikut jadi korban," katanya.
2. Belasan hingga puluhan orang berteduh di rumah Pak Carik dan di Kafe

Penyebab banyaknya korban akibat longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan karena pada saat kejadian orang-orang berkumpul lokasi longsor. Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengatakan total ada tiga bangunan yang rusak akibat longsor yang terjadi pada Senin (20/1/2025), bangunan yang rusak diantaranya rumah Pak Carik Kasimpar,rumah seorang pendeta dan sebuah kafe."Di bawah ada rumah pendeta dan ada rumah pak carik dan satu kafe itu yang kena longsoran jadi hanya tiga bangunan utama ini yang menjadi pusat bencana," kata Rizky.
Menurutnya pada saat terjadi longsor belasan orang sedang berada di rumah pak carik untuk berteduh warga yang hendak menuju ke Petungkriyono. Selain berteduh dari hujan warga juga mendapat informasi ada longsor di bagian atas jalan menuju ke Petungkriyono. "Mereka berteduh di sana, karena merasa lokasi tersebut aman, jauh dari tebing di situ lokasinya adalah sawah," katanya.
3. Sebanyak 600 orang dikerahkan untuk mencari korban longsor

Sementara di lokasi kafe menurut Dandim pada saat kejadian diperkirakan ada sekitar 20-30 orang yang berkumpul di sana, pada saat kejadian menurutnya ada acara di kafe tersebut. "Di kafe Alo itu ada acara kegiatan di sana dan ada video juga dari tim relawan, beberapa orang memang ada kegiatan keluarga dan juga memang menunggu hujan reda," katanya. Sementara rumah pendeta menurutnya saat itu sedang kosong.
Hingga Rabu menurutnya sebanyak 600 orang personel dari tim gabungan diturunkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Rizky mengatakan ada empat tim yang diterjunkan untuk mengatasi longsor tersebut. Tiga pertama menurutnya bertugas untuk membersihkan longsor yang menutup jalan di tiga titik jalan menuju ke Petungkriyono, sementara tim kedua dan ketiga bertugas mencari korban yang hilang di sekitar rumah Pak Carik dan juga Kafe Aku, sementara tim keempat menyusuri sungai Welo untuk mencari emungkinan da korban yang hanyut terbawa aliran sungai.
4. Polres Pekalongan turunkan Tim Inafis identifikasi korban

Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto mengatakan pihaknya telah menurunkan tim inafis untuk membantu Puskemas, BPBD mengidentifikasi para korban. "Kita sudah menurunkan inafis, bekerja dan berkolaborasi dalam hal ini dengan posko puskesmas, BPBD, jadi setiap kali ada penemuan baik jenazah atau korban luka-luka segera dilakukan identifikasi," katanya.
Selain itu alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan puing-puing sisa longsor yang menutup jalan. Alat berat tersebut telah bekerja sejak Selasa meski sempat berhenti karena kendala cuaca dan juga waktu yang sudah malam, namun Rabu alat berat tersebut kembali bekerja. "Mudah-mudahan dua titik utama dari posko menuju lokasi bisa dibuka sehingga memudahkan kita untuk melakukan kegiatan antuan atau pertolongan kepada para korban," katanya.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat yang keluarganya menjadi korban dan ingin mendapatkan informasi bisa datang ke Polres, Kodim, Polsek, dan Koramil di Kabupaten Pekalongan. Saat ini menurut Kpolres tak hanya Petungkriyono yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor, akan tetapi bencana juga menerjang 11 kecamatan di Pekalongan
Kita ada posko di bawah juga, silahkan di Polres, di Polsek kita buka posko juga karena lokasi untuk bencana ini tidak hanya di wilayah Petungkriyono tetapi ada di 11 kecamatan di Kabupaten Pekalongan dan kita semua sudah bergerak serempak memang yang menjadi fokus utama di Petungkriyono karena hanya di sini yang memakan korban jiwa sementara di tempat lain hanya korban materiil tidak ada korban jiwa, jadi posko terpusat da di BPBD Kabupaten Pekalongan bisa ke Polres bisa ke Kodim bisa ke polsek-polsek bisa ke koramil kita emua dalam status tanggap bencana jadi semua bergerak bersamaan berkoordinasi, berkolaborasi dan berkomunikasi.


















