Ketika Pemakaman Jenazah Berbobot 200 Kg Harus Melibatkan Damkar Solo

- Dimakamkan di TPU Danyung Sukoharjo
- Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Daksinoloyo Danyung, Kabupaten Sukoharjo, sekitar pukul 13.00 WIB.
- Rombongan harus melewati jalur sempit yang terhalang aliran air selebar kurang lebih 1,5 meter, sehingga jenazah dibawa melintasi jembatan kecil sebelum sampai di liang lahat.
- Kerahkan 12 personel damkar
- Permintaan bantuan datang langsung dari pihak keluarga.
- Petugas menggunakan perlengkapan
Surakarta, IDN Times – Prosesi pemakaman seorang warga Kampung Bergolo, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo, berlangsung tak biasa pada Senin (5/1/2026) siang. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo turut dikerahkan untuk membantu proses pemakaman jenazah Rusminingsih (43).
Bantuan tersebut diberikan lantaran keluarga mengalami kendala teknis akibat bobot jenazah yang mencapai sekitar 200 kilogram. Kondisi ini membuat proses evakuasi hingga penurunan ke liang lahat tidak memungkinkan dilakukan dengan cara umum.
1. Dimakamkan di TPU Danyung Sukoharjo

Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Daksinoloyo Danyung, Kabupaten Sukoharjo, sekitar pukul 13.00 WIB. Sejumlah petugas Damkar bersama delapan personel Linmas Kelurahan Serengan tampak bekerja sama menurunkan jenazah dari ambulans hingga ke lokasi pemakaman.
Tak hanya soal bobot jenazah, akses menuju makam juga menjadi tantangan tersendiri. Rombongan harus melewati jalur sempit yang terhalang aliran air selebar kurang lebih 1,5 meter, sehingga jenazah dibawa melintasi jembatan kecil sebelum sampai di liang lahat.
2. Kerahkan 12 personel damkar

Komandan Regu Damkar Kota Solo, Matias Andri, mengatakan permintaan bantuan datang langsung dari pihak keluarga. Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan survei ke rumah duka dan lokasi pemakaman.
“Kami menerjunkan 12 personel dengan peralatan khusus. Proses penurunan jenazah dilakukan menggunakan sistem penyelamatan, karena berat badan almarhumah tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti,” jelas Andri di lokasi.
Dalam prosesi tersebut, petugas menggunakan perlengkapan seperti tripod, tali, serta basket atau tandu penyelamatan yang biasanya digunakan dalam operasi medan vertikal. Menurut Andri, jarak makam dari akses utama TPU menjadi kendala terbesar, namun dapat diatasi berkat koordinasi yang baik antarpersonel.
“Alhamdulillah, mulai dari rumah duka sampai pemakaman semuanya berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus serupa bukan yang pertama kali ditangani Damkar Solo. Sebelumnya, kejadian dengan kondisi hampir sama pernah terjadi di wilayah Banyuanyar dan ditangani dengan metode serupa.
3. Memiliki riwayat penyakit jantung

Sementara itu, Ketua RT setempat, Harjanto, mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit, salah satunya gangguan jantung. Ia menyebut sebelum meninggal, almarhumah sempat beraktivitas cukup berat.
Peristiwa meninggalnya Rusminingsih terjadi pada Minggu (4/1/2026). Warga mulai berdatangan setelah mendengar teriakan anak korban dari lantai dua rumah. Almarhumah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dievakuasi dengan bantuan warga serta petugas.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Kustati. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan Rusminingsih telah meninggal dunia.

















