Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelaku Penembakan di Pekalongan Modusnya Sakit Hati saat Pilkada 2024

Pelaku Penembakan di Pekalongan Modusnya Sakit Hati saat Pilkada 2024
Ilustrasi garis Polisi (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Penembakan di rumah suami anggota DPRD Jateng, Nur Fatwah, diduga dipicu dendam lama terkait kasus penculikan penjual martabak saat Pilkada Pemalang 2024.
  • Pelaku disebut sebagai orang suruhan dari relawan paslon Walikota Pekalongan nomor urut 01, sementara korban diketahui mendukung paslon 02 yang berseberangan.
  • Polda Jateng masih menyelidiki kasus ini dengan memeriksa 12 rekaman CCTV, sembilan saksi, serta menunggu hasil uji amunisi untuk mengungkap identitas pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Aksi penembakan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) di rumah suami anggota DPRD Jateng Nur Fatwah disinyalir karena dipicu balas dendam. Pasalnya, dari penelusuran yang dilakukan aparat kepolisian gabungan dan internal keluarga diketahui bahwa aksi penembakan berkaitan erat dengan kasus penculikan penjual martabak saat Pilkada Pemalang 2024 silam. 

"Tukang martabak yang sempat diculik itu sudah bebas tapi dia kondisinya babak belur habis dipukuli dihajar dan kabarnya juga ditodong senpi. Ternyata buntutnya sampai sekarang. Tetapi dengan kejadian ini justru (orang tersebut) jadi salah langkah kalau saya bilang. Karena dengan tindakan dia melakukan penembakan malah banyak orang tahu. Orang jadi gampang menebak kasus yang mencuat saat Pilkada kemarin," kata Anggota Komisi A F-PPP DPRD Jateng, Nur Fatwah saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026). 

Lebih lanjut lagi pihaknya menduga OTK yang menembak suaminya di rumah merupakan orang suruhan dari salah satu orang yang berperan di Pilkada Pekalongan.

Yang dimaksud orang suruhan, katanya bisa jadi berasal dari relawan paslon Walikota Pekalongan nomor urut 01.

Di sisi lain, suami Fatwah ketika pelaksanaan Pilkada Pekalongan mendukung paslon 02 yang mana dianggap berseberangan dengan kelompok relawan paslon 01.

"Dan ketika ada penculikan penjual martabak tersebut, bapak juga ikut mengawal terus sampai sekarang. Maka ketika ada kejadian penembakan di rumah Pekalongan, pasti pelakunya suruhan. Karena yang punya senjata api kan hanya dari orang yang punya izin kepemilikan yang resmi," ungkapnya. 

Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Anwar Nasir mengungkapkan personelnya sudah berusaha melacak keberadaan pelaku penembakan di Pekalongan. 

Sementara itu sejauh ini pihaknya juga masih menunggu hasil uji amunisi di Unit Labfor Polda Jateng. "Karena peluru yang didapatkan berupa timah bukan dari selongsong. Ada 12 CCTV yang kita periksa juga. Kami masih terus mendalami CCTV lain untuk mendapatkan identitas pelaku dan identitas kendaraan bermotor," tuturnya.

Adapun para saksi yang sudah diperiksa tim penyidik terdapat sembilan orang. Antara lain BZ yang tak lain korban sekaligus suami Fatwah, seorang tamu dan beberapa anak korban. 

"Saksi (diperiksa) sembilan orang. Dari korban, tamunya kemudian ada beberapa anaknya korban," tandasnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More