Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

200 Dosen se-Indonesia Berkumpul di Semarang, Bahas Ideologi Kampus

200 Dosen se-Indonesia Berkumpul di Semarang, Bahas Ideologi Kampus
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. (dok Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 kampus mengikuti Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila di Semarang untuk memperkuat strategi pembentukan karakter mahasiswa.
  • Kegiatan yang digelar BPIP ini menekankan peran dosen sebagai penggerak internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan trainer of trainers di lingkungan kampus.
  • Kepala BPIP mengungkapkan penyusunan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi dan memuji Semarang atas capaian implementasi ideologi hingga 98 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kota Semarang, Jawa Tengah. Selama tiga hari, para akademisi ini mendalami strategi pembentukan karakter mahasiswa di tengah tantangan kebangsaan yang kian kompleks.

Kegiatan yang diinisiasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menjadi ruang konsolidasi penting bagi para pendidik. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai peran dosen sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila secara sistematis di bangku kuliah.

Sumarno menegaskan bahwa mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan, sehingga ideologi Pancasila tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan teori saja. "Nilai ideologi Pancasila itu harus tertanam kuat di teman-teman mahasiswa sebagai sikap dan tindakan nyata," tegasnya saat membuka acara di Hotel Novotel Semarang, Selasa (24/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa penguatan ideologi memiliki korelasi langsung dengan kondusivitas wilayah. Dengan pendekatan trainer of trainers, para dosen diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai persatuan secara lebih masif di lingkungan kampus masing-masing.

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengungkapkan bahwa pembinaan ideologi kini diperkuat dengan buku teks utama. Jika sebelumnya buku ini telah menyasar jenjang PAUD hingga SLTA, saat ini BPIP tengah merampungkan buku teks utama Pendidikan Pancasila khusus untuk tingkat perguruan tinggi.

Yudian juga memberikan apresiasi khusus bagi Kota Semarang atas implementasi pendidikan ideologi yang sangat tinggi. "Semarang hampir mencapai 98 persen dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama. Ini capaian yang luar biasa," puji Yudian.

Diklat Angkatan V ini diikuti oleh 140 peserta dari luar Semarang dan 60 dosen lokal. Fokus pelatihan adalah meningkatkan kemampuan dosen dalam mengonstruksikan karakter Pancasila melalui tiga aspek utama: pengetahuan, disposisi, dan tindakan.

Melalui forum ini, para dosen didorong untuk tidak sekadar menjadi pengajar di kelas, tetapi juga menjadi motor penggerak internalisasi nilai-nilai kebangsaan di lingkungan akademik seluruh Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More