Harga Plastik Meroket, UMKM Dilema hingga Terpaksa Naikkan Harga Jual

- Kenaikan harga plastik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah membuat UMKM Semarang kesulitan menekan biaya produksi, terutama untuk kemasan makanan dan minuman.
- Pemilik Myaz Kitchen terpaksa mempertimbangkan kenaikan harga salad sayur karena biaya kemasan thinwall melonjak hampir dua kali lipat, dari Rp22.500 menjadi Rp29.500 per 25 kotak.
- Pelaku usaha minuman seperti Omah Gober mengganti kemasan tanpa sablon dan menambah variasi ukuran cup agar tetap kompetitif meski harga bahan plastik naik hingga 70 persen.
1. Putar otak tentukan harga jual

Seperti Myaz Kitchen di Semarang, penjual salad sayur ini kini tengah menghadapi dilema dalam menentukan harga jual. Sebab, biaya belanja bahan baku terutama kemasan plastik cukup menguras kantong.
‘’Kemarin belanja thinwall (kotak kemasan plastik) harganya udah naik. Untuk ukuran 500 ml, semula harganya Rp22.500 kini jadi Rp29.500 per 25 biji,’’ ungkap pemilik Myaz Kitchen, Elis, Rabu (8/4/2026).
Untuk menjual salad sayur, setiap hari Elis membutuhkan 25-50 kotak kemasan plastik. Sebelum harga plastik naik, untuk belanja thinwall ia mengeluarkan biaya sebesar Rp120 ribu, tapi kini untuk belanja kemasan wadah salad ia harus menyediakan biaya Rp200 ribu.
Saat ini Elis tengah memutar otak untuk menentukan harga jual salad sayur pasca harga kemasan plastik meroket hampir 100 persen. Ia pun juga tengah berencana mengganti kemasan jika harga kemasan plastik semakin gila-gilaan.
‘’Mau nggak mau harus menaikkan harga (salad sayur), tapi belum tahu juga karena takut pelanggan pada lari dan kasihan pelanggan kalau harganya naik. Mungkin kemasannya akan diganti dari thinwall menjadi box kertas,’’ tandasnya.
2. Harga kemasan gelas plastik naik

Selain Elis, pemilik usaha minuman Omah Gober di Kota Semarang, Kriskawulan juga terimbas kenaikan harga plastik. Sebab, semua produk minuman yang dijual seperti es teh dan es jeruk menggunakan kemasan gelas plastik.
‘’Mulai terasa tuh setelah Lebaran atau awal bulan April 2026 pas kondisi global terjadi perang Iran-Amerika. Pas belanja bahan baku buat jualan, terutama kemasan plastik harganya naik,’’ ungkapnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut perempuan yang akrab disapa Wulan itu, hampir semua bahan baku kebutuhan usaha minuman harganya naik, terutama kemasan berbahan plastik.
‘’Belanja terbesar dari usaha minuman dengan cup adalah kemasan (plastik). Mulai dari cup, sedotan, plastik sealer untuk cup, sampai plastik bening (kresek). Bahan baku yang naik pun gak hanya cup. Semua bahan baku yang dibeli dan ada kemasan plastiknya juga naik. Misalnya es kristal. Karena kemasannya plastik Bal besar. Mereka juga menaikan harga,’’ jelasnya.
3. Ganti kemasan plastik tanpa sablon

Kenaikan harga kemasan plastik itu memengaruhi budget yang dikeluarkan oleh pelaku usaha minuman kemasan seperti Wulan harus merogoh kantong lebih dalam. Sebab, kenaikan harga kemasan plastik sampai saat ini mencapai 40-70 persen.
‘’Itu pun di toko-toko plastik tertulis informasi atau pengumuman bahwa harga tidak mengikat masih bisa berubah lagi sewaktu-waktu. Ketidakpastian ini mempengaruhi cashflow, modal nambah tapi laba jadi menipis,’’ terangnya yang berjualan di wilayah Semarang Timur itu.
Atas kondisi itu, Wulan harus memutar otak mencari solusi agar produk minuman es teh dan es jeruk dalam kemasan gelas plastik yang dijual harganya tidak naik. Pertama, untuk sementara ini Wulan sudah mengganti kemasan tanpa sablon atau sticker.
‘’Jadi cup bening biasa. Kalau saya untuk nurunin kualitas dan kuantitas sih enggak. Tetap sama. Apalagi kualitas tetep harus sama. Saya coba cari keuntungan tambahan aja. Salah satunya dengan menawarkan atau menyediakan juga cup size lebih besar dengan kuantitas lebih banyak,’’ jelasnya.
4. Siapkan tambahan menu minuman

Cara tersebut dilakukan untuk memperoleh laba lebih dari setiap transaksi. Namun, untuk ukuran normal tetap dijual dengan harga sama. Upaya ini agar pembeli tidak berpindah ke lain hati.
‘’Kemudian juga dalam waktu dekat rencananya, kami sedang menyiapkan menu tambahan baru untuk menarik pembeli ya. Untuk kenaikan harga memang ada, sementara hanya di satu menu saja, tidak semua,’’ katanya.
Sementara, Wulan bersyukur sejak ada kenaikan harga kemasan plastik tidak ada komplain dari pembeli.
‘’Sepertinya juga orang mendapatkan informasi berita itu sudah masive ya, jadi paham kondisi saat ini dan memaklumi. Semoga demikian,’’ pungkasnya.


















