Siswa SMP di Sragen Tewas di Kamar Mandi, Diduga Berkelahi

- Seorang siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen ditemukan meninggal di kamar mandi sekolah dan diduga terlibat perkelahian dengan teman sekelasnya.
- Pihak kepolisian menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB dan segera mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro untuk proses visum.
- Dinas Pendidikan Sragen menurunkan tim investigasi sambil menunggu hasil visum serta penyelidikan polisi guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban.
Sragen, IDN Times - Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sekolah pada Selasa (7/4/2026) siang. Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekolah dan masyarakat sekitar.
1. Kronologi masih diselidiki.

Korban diketahui berinisial WAP, seorang pelajar yang berasal dari wilayah setempat. Berdasarkan informasi awal, korban ditemukan meninggal di kamar mandi sekolah diduga setelah terlibat perkelahian dengan teman sekelasnya yang berinisial DTP.
Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan diterima dari pihak sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.
“Iya benar, kami menerima laporan dari kepala sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ini kasus masih dalam penanganan dan korban berada di kamar jenazah RSUD Sragen,” ujar Sudarmaji, Selasa (7/4/2026).
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kematian korban.
2. Jenazah Dibawa ke RSUD untuk Visum

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen guna menjalani proses visum. Hasil pemeriksaan medis tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti.
Pihak kepolisian juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, termasuk dari pihak sekolah.
3. Diduga adanya perkelahian.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen turut merespons kejadian ini dengan menerjunkan tim ke sekolah untuk mengumpulkan informasi.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP, Yuni Susilowati, mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan kronologi dari berbagai pihak.
“Kami masih mencari informasi di lapangan dan menunggu penjelasan dari kepala sekolah serta hasil visum dari kepolisian. Untuk saat ini, kronologi kejadian masih belum jelas,” kata Yuni.
Ia juga membenarkan adanya dugaan perkelahian antarsiswa yang berujung pada meninggalnya korban. Namun, ia menegaskan tidak ada keterlibatan guru dalam insiden tersebut.
“Diduga memang ada perkelahian antarsiswa. Tidak ada keterlibatan guru karena saat itu kegiatan belajar dan tes akademik sedang berlangsung,” tambahnya.
Sementara itu, diketahui korban dan terduga pelaku merupakan siswa di kelas yang sama. Hingga saat ini, waktu pasti kejadian masih belum dapat dipastikan dan pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.


















