Pertamina Pastikan Stok Gas LPG Aman, Sidak Bareng Gubernur Jateng di Karangnyar

- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau distribusi LPG subsidi di Karanganyar untuk memastikan stok aman dan meminta pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan.
- Pemerintah menyoroti penggunaan LPG 3 kg oleh sektor usaha seperti horeka dan laundry, serta mendorong pelaku usaha beralih ke LPG non-subsidi demi menjaga distribusi tepat sasaran.
- Pertamina memastikan stok LPG di Jawa Tengah mencapai 14.752 MT dengan distribusi harian Karanganyar sebesar 143,8 MT, serta mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi sesuai HET.
Karanganyar, IDN Times – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melakukan peninjauan langsung distribusi LPG subsidi di Karanganyar, Rabu (8/4/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan pasokan aman dan distribusi tepat sasaran di tengah kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan gas melon.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa stok LPG dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu panik. Ia juga meminta pengawasan diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun penimbunan.
“Kami pastikan stok LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Kami juga meminta seluruh kepala daerah bersama TPID aktif melakukan pengawasan di lapangan,” ujar Luthfi.
1. Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Dalam peninjauan di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Luthfi menekankan pentingnya distribusi LPG subsidi yang tepat sasaran. Ia meminta pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) rutin melakukan sidak.
Menurutnya, pengawasan perlu difokuskan pada potensi penyimpangan distribusi, termasuk penggunaan LPG subsidi oleh sektor usaha yang tidak berhak.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, dipastikan tidak ada penimbunan, distribusi berjalan dengan baik dan terpantau,” tegasnya.
2. Usaha Horeka dan Laundry Jadi Sorotan

Pemprov Jateng juga menyoroti penggunaan LPG 3 kg oleh sektor usaha seperti hotel, restoran, katering (horeka), dan laundry. Luthfi menegaskan, sektor tersebut akan ditertibkan jika masih menggunakan LPG subsidi.
Pemerintah mendorong pelaku usaha beralih ke LPG non-subsidi agar distribusi gas melon tetap diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Selain itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum juga diperkuat untuk menindak praktik ilegal seperti penimbunan dan pengoplosan LPG.
3. Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi Aman.

Sementara itu, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, memastikan stok LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman.
Ia menyebut ketahanan stok mencapai 14.752 metrik ton (MT). Khusus wilayah Karanganyar, alokasi harian LPG 3 kg mencapai 143,8 MT yang disalurkan melalui agen dan pangkalan resmi.
“Kami memastikan penyaluran LPG berjalan optimal dengan stok yang aman, termasuk di Karanganyar,” jelas Fanda.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi agar harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta distribusi tetap terjaga.
Pemerintah dan Pertamina mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak serta tidak melakukan penimbunan. Dengan konsumsi yang tepat, ketahanan energi di Jawa Tengah diharapkan tetap stabil dan merata.

















