Datangi PT Sritex, Menaker Pastikan Ada Investor Baru

- Menteri Ketenagakerjaan RI memastikan operasional kembali PT Sritex Sukoharjo setelah investor baru hadir.
- Penandatanganan kontrak kerja eks pekerja Sritex dengan investor telah dilakukan, membuka kesempatan bagi mereka untuk bekerja kembali.
- Kepala Disperinaker Kabupaten Sukoharjo menyatakan rencana rekrutmen 5.000 eks karyawan PT Sritex pada tahap pertama setelah pailit pada Oktober 2024.
1. Lihat langsung penandatanganan kontrak

Menaker juga melihat langsung melihat langsung penandatangan kontrak kerja untuk bekerja kembali ke eks perusahaan tekstil terbesar Asia Tenggara PT Sritex tersebut.
“Dan hari ini terkonfirmasi telah dilakukannya penandatanganan kontrak kerja, untuk bekerja kembali eks pekerja Sritex grup dengan investor," ujar Menaker.
Menaker menjelaskan, penandatanganan kontrak kerja tersebut tidak terlepas dari peran tim kurator yang ingin melanjutkan bisnis PT Sritex Grup. Dan membuka kesempatan bagi investor yang berminat untuk mengaktifkan kembali operasional perusahaan.
"Sehingga dengan sendirinya terbuka juga peluang kesempatan bagi eks pekerja Sritex group untuk bekerja," jelasnya.
2. Tak bisa bilang kapan investor didatangkan

Lebih lanjut, disinggung soal berapa investor yang mengambil alih operasional PT Sritex, Menaker enggan menyampaikan, termasuk nama nama investor tersebut.
"Ada data-datanya, nanti kita ini lagi ya," ungkapnya.
Kendati demikian, Menaker masih belum bisa menyampaikan kapan operasional PT Sritex akan dimulai. Pihaknya masih harus melihat progres dan persiapan yang dilakukan.
"Jadi kita lihat progresnya, luar biasa ya, kontrak itu sudah. Kemudian nanti untuk mulainya tentu ada persiapan terkait dengan operasi dan seterusnya kita serahkan nanti domainnya ke investor," pungkasnya.
3. Sebanyak 5.000 pekerja dijanjikan kerja lagi

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Sukoharjo, Sumarno mengatakan, ada sebanyak 5.000 orang eks karyawan PT Sritex rencananya akan kembali direkrut pada tahap pertama.
"Tahap selanjutnya akan dilakukan perekrutan selanjutnya, mulai dari tenaga di spinning, wifing, finishing. Saya kira bisa mencakup semua departemen," jelasnya.
Seperti diketahui, PT Sritex Sukoharjo, resmi berhenti beroperasi pada 1 Maret 2025. Perusahaan milik keluarga mendiang HM Lukminto tersebut dinyatakan pailit oleh PN Niaga Semarang pada Oktober 2024.
Akibatnya, lebih dari 10.000 karyawan terkena PHK.


















