Semarang, IDN Times - Sebungkus jajanan wingko babat rupanya membuat Lidya dilanda kepanikan. Musababnya, wingko yang dibeli Lidya sebagai oleh-oleh buat keluarganya di Blitar Jawa Timur, justru ketinggalan di Stasiun Tawang Semarang.
Lidya baru tersadar kalau wingko miliknya ketinggalan di Tawang ketika sudah menginjakan kaki di kampung halamannya.
"Saya sudah sampai Blitar, terus baru sadar kalau ada makanan oleh-oleh ketinggalan di Tawang. Ya langsung saya bikin laporan lewat KAI Access," kata Lidya saat mendatangi loket lost and fund di pojok Stasiun Tawang Semarang, Jumat siang (27/3/2026).
Bagi Lidya, wingko babat yang ia beli di Semarang tak cuma sekedar oleh-oleh biasa. Namun tanda cinta kasihnya kepada keluarga besarnya di kampung halaman.
Maka ketika kembali menyambangi Stasiun Tawang, Lidya merasa lega karena sebungkus wingkonya masih terbungkus rapi di dalam tas plastik loket lost and fund.
Ia mengaku layanan yang diberikan KAI Daop 4 Semarang terbukti cepat. Karena saat melapor melalui aplikasi KAI Access, dirinya mendapat informasi hanya dalam waktu 1x24 jam.
"Karena memang ketinggalannya di Tawang, jadinya pas lapor ke KAI Access, langsung dilayani cepat juga. Saya diinfo 1x24 jam," ujar perempuan berumur 28 tahun ini.
Bukhori, seorang petugas penyelia Polsuska Stasiun Tawang mengungkapkan wingko milik Lidya memang ditemukan di kursi ruang tunggu penumpang kereta api di Stasiun Tawang. "Barang milik mbaknya tadi isinya makanan khas Semarang. Wingko," akunya.
"Ketahuannya pas kita lakukan penyisiran. Ketemunya pas kita periksa barang-barang di stasiun," katanya.
Proses pengambilan barang yang tertinggal di stasiun bisa dilakukan kapan saja sesuai laporan yang dibuat oleh si pemilik barang.
Bukhori selama ini bertugas mengamankan barang-barang milik penumpang kereta api yang ketinggalan di Stasiun Tawang. Selama momen arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, tercatat ada 165 barang milik penumpang yang ketinggalan di Stasiun Tawang maupun di dalam gerbong kereta.
Bukhori bilang selain wingko, ada tabs dan laptop yang juga ditemukan di gerbong kereta api. Harganya ditaksir Rp4 juta.
"Kalau dihitung, harga barang (yang ketinggalan) paling mahal ya laptop dan tabs. Harganya Rp4 juta," jelasnya.
