Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dilarang Masuk Alun-Alun Pati, Rombongan Demo Dilangsir Pakai Mobil Pick Up

Kab. Pati
Dilarang Masuk Alun-Alun Pati, Rombongan Demo Dilangsir Pakai Mobil Pick Up
Koordinator aksi AMPB dari Pati Novi Andrianta. (IST)
  • Dua bus rombongan warga Pati menuju aksi di Jakarta tertahan setelah dilarang masuk Alun-Alun Pati di sekitar Kalianyar-Luwes, menurut koordinator aksi AMPB.
  • Panitia melangsir peserta dengan dua mobil pick up pribadi akibat cuaca terik dan jadwal keberangkatan mendesak, lalu tiga bus menyusul setelah proses selesai.
  • Total lima bus tetap berangkat ke Jakarta; Polda Jateng membantah ada pengadangan dan menyebut rombongan berangkat sekitar pukul 14.30 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article


Pati, IDN Times — Pemberangkatan rombongan warga Pati yang hendak menggelar aksi demonstrasi ke Jakarta diwarnai kendala. Armada bus yang telah disiapkan dihadang dan dilarang melintas menuju titik kumpul di Alun-Alun Pati, Rabu, (27/8/2026).
​Penghadangan tersebut terjadi di sebelah selatan persimpangan lampu merah Kalianyar, tepatnya di area sekitar Luwes Pati.

Akibat larangan melintas itu, dua bus rombongan tertahan dan tidak dapat merapat ke alun-alun sebagaimana mestinya.
​"Pemberangkatan hari ini ada sedikit kendala karena bus yang sudah kita persiapkan tidak boleh masuk ke alun-alun. Tadi Mas Paijan dihalang-halangi di selatan bangjo Kalianyar, Luwes. Yang menghalangi oknum polisi, katanya perintah atasan," ujar perwakilan koordinator aksi AMPB dari Pati Novi Andrianta.

​Ia menyayangkan sikap kepolisian tersebut lantaran pada aksi-aksi sebelumnya armada bus diizinkan parkir di area alun-alun. Pihaknya mempertanyakan dasar larangan tersebut kepada Kapolres Pati.
​"Sangat disayangkan. Tadi dimintai keterangan katanya perintah pimpinan. Ada apa ini Pak Kapolresta Pati? Apakah betul pimpinan memerintahkan seperti itu?" tambahnya.

​Penghadangan di area Kalianyar tersebut sempat memicu insiden singkat antara petugas dan panitia keberangkatan. Karena cuaca terik dan waktu keberangkatan makin mendesak dari jadwal awal pukul 13.00 WIB, panitia akhirnya mengambil langkah darurat untuk memindahkan massa.
​Panitia mengerahkan dua unit mobil pick up milik pribadi untuk melangsir peserta aksi dari Alun-Alun Pati menuju lokasi bus yang tertahan di selatan Luwes.


​"Karena teman-teman kepanasan dan sudah setengah dua siang, saya izin melangsir kawan-kawan yang mau ke Jakarta dari alun-alun ke selatan Luwes memakai dua mobil pick up saya," jelasnya.

​Meski sempat tertahan, massa memastikan seluruh armada tetap diberangkatkan menuju Jakarta. Total ada lima bus yang disiapkan untuk mengangkut peserta aksi, bertambah satu unit dari rencana awal empat bus karena adanya dukungan donasi dari warga.


​Dua bus dari arah Pati Timur dan Pati Utara dilaporkan sudah lebih dulu berangkat sekitar setengah jam sebelumnya karena penumpangnya telah penuh. Sementara tiga bus tersisa menyusul setelah proses langsir peserta selesai.


​Panitia mengimbau seluruh peserta untuk tetap tertib dan menahan diri agar tidak terpancing melakukan tindakan anarkis maupun tindak pidana.
​"Kita sesuai komando Mas Botok, jangan sampai melakukan tindakan pidana atau anarkis. Daripada nunggu di sini tidak ada titik terang dan gontok-gontokan, kita pilih melangsir massa. Kita minta doanya kepada masyarakat dan kawan-kawan media agar perjalanan ke Jakarta lancar," pungkasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yulianto mengatakan tak ada pengadangan terhadap pemberangkatan aksi demo warga Pati ke Jakarta. "Mereka tadi berangkat pukul 14.30 an," katanya. Rombongan yang berangkat dari pati yakni ada 5 bus. Bus pertama 17 orang, kedua 15 orang, ketiga kosong, keempat 7 orang kelima 17 orang.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More