Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Disdik Jateng Sarankan Sekolah Korban Banjir Terapkan Blended Learning
Warga berada di dalam rumah saat banjir menggenangi kawasan Loa Bakung, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (26/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menyarankan kepada instansi sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor sebaiknya memberlakukan sistem blended learning

Dengan model pembelajaran yang menggabungkan tatap muka dan belajar online diharapkan proses belajar para siswa tidak terputus. 

1. Kalau sekolahnya banjir, siswa bisa belajar jarak jauh

Pemukiman penduduk di lokasi tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2025). (Dokumentasi BNPB)

Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah mengatakan sarankan untuk penerapan blended learning sudah disampaikan dalam grup-grup WhatsApp kepala sekolah. Terutama sekolah-sekolah yang sedang terkena dampak bencana alam. 

"Apabila ada anak yang rumahnya jauh, tidak bisa ke sekolah karena rumahnya banjir, maka dilakukan pembelajaran jarak jauh," tutur Uswatun kepada IDN Times, Senin (27/1/2025). 

2. Siswa korban banjir juga bisa belajar gabungan di rumah temannya

Tim K-9 Polda Jateng mencari korban longsor di Desa Kasimpar, Petungkriyono, Pekalongan, Kamis (23/1/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

Lebih jauh, pihaknya berkata blended learning menjadi cara pembelajaran yang pas di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini. 

Ia menyampaikan dengan blended learning maka siswa yang rumahnya terdampak banjir bisa mengikuti pembelajaran gabungan di rumah siswa lain yang tidak terkena banjir. 

"Makanya kita sedang mencermati kondisi tiap kabupaten/kota ketika cuaca sering hujan seperti sekarang ada baiknya diberikan pembelajaran blended learning. Atau belajar gabungan, dengan begitu siswa bisa tetap mengikuti pembelajaran di tempat yang tidak kena banjir," ungkapnya. 

3. Ada lima daerah dengan bencana alam terparah

Penjabat (Pj) Bupati Brebes, Djoko Gunawan melihat kondisi banjir di Brebes. (Dok jatengprov.go.id)

Pihaknya pun mengemukakan bahwa terhitung sejak awal bulan ini, daerah yang mengalami bencana terparah terletak di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap. 

Total kerugian yang diderita sekolah yang terdampak banjir maupun longsor dalam kurun waktu bersamaan kurang lebih Rp50 juta. 

"Assesment yang kita lakukan (kerugian) antara angka Rp50 juta. Contohnya di SLB Sunan Muria Kudus di sana tidak terdampak banjir. Hanya saja kena dampak sampahnya menumpuk. Jadi yang begitu-begitu banyak," akunya. 

4. Yang penting selamatkan orangnya

ilustrasi pola asuh yang baik (pexels.com/Elina Fairytale)

Dalam waktu dekat secara periodik pihaknya juga akan menginput aset sekolah yang terdampak bencana melalui masing-masing cabang dinas. Dari tahapan inventarisasi aset akan terpetakan daerah mana saja yang skala prioritasnya mesti ditangani dan diselesaikan.

Yang terpenting lagi pihaknya akan menangani pemulihan trauma yang dialami siswa dan guru. Penanganan trauma perlu dilakukan dengan benar dan tepat agar tidak menimbulkan trauma yang berat dan berkepanjangan. 

"Namun begitu di koordinasi grup kepsek saling menguatkan. Yang diselamatkan orangnya dulu. Kalau aset bisa dikembalikan kemudian hari," ujar Uswatun. 

Editorial Team

Related Article