Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disebut Lebaran Anak Yatim, Ini Sejarah dan Amalan Mulia di Hari Asyura

Disebut Lebaran Anak Yatim, Ini Sejarah dan Amalan Mulia di Hari Asyura
ilustrasi anak yatim (pexels.com/saikat ghosh)
Intinya Sih
  • Hari Asyura 10 Muharram dikenal di Indonesia sebagai 'Lebaran Anak Yatim', berakar dari tradisi umat Muslim yang bersedekah dan membahagiakan anak yatim secara serentak.
  • Tradisi ini terinspirasi dari teladan Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan kasih sayang besar kepada anak yatim, serta peristiwa Karbala yang menimbulkan empati mendalam terhadap mereka.
  • Amalan utama di Hari Asyura meliputi puasa sunnah, menyantuni anak yatim, memperbanyak sedekah, dan melapangkan nafkah keluarga untuk meraih keberkahan serta pahala berlimpah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times — Hari ini, Kamis (25/6/2026), umat Islam di seluruh dunia tengah memperingati Hari Asyura atau tanggal 10 Muharram 1448 Hijriah. Di Indonesia, momen spiritual yang mulia ini tidak hanya diisi dengan ibadah puasa sunnah, melainkan juga sangat lekat dengan istilah "Lebaran Anak Yatim".

Mengapa tanggal 10 Muharram jamak disebut sebagai hari rayanya para anak yatim? Istilah ini tentu bukan tanpa alasan, Lur. Ada akar sejarah spiritual serta anjuran amalan mulia yang membuat hari ini menjadi waktu terbaik untuk menebar kasih sayang dan kebahagiaan kepada mereka yang telah kehilangan sosok ayah.

Yuk, simak ulasan lengkap mengenai sejarah, makna filosofis, serta deretan amalan mulia di Hari Asyura berikut ini!

1. Sejarah Mengapa 10 Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim

ilustrasi anak yatim (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)
ilustrasi anak yatim (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Ungkapan "Lebaran Anak Yatim" sebenarnya merupakan sebuah kiasan (majaz) yang tumbuh dari tradisi kultural masyarakat Islam di Nusantara. Disebut lebaran karena pada hari ini, ada anjuran kuat bagi umat Muslim untuk bersedekah secara serentak dan membahagiakan anak-anak yatim, sehingga suasananya menyerupai kegembiraan hari raya.

Secara historis, tradisi ini merujuk pada kebiasaan mulia Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan berbagai riwayat, Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi anak yatim. Namun, khusus pada tanggal 10 Muharram, kasih sayang beliau terpancar jauh lebih besar.

Pada hari Asyura, Rasulullah SAW dikabarkan menjamu, memberikan pakaian, mengusap kepala, dan mencukupi kebutuhan hidup para anak yatim dengan porsi yang lebih banyak dari hari biasanya.

Selain itu, dalam lembaran sejarah Islam, 10 Muharram juga bertepatan dengan tragedi memilukan di Karbala, di mana cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husein bin Ali, gugur. Peristiwa itu menyisakan banyak anak-anak keturunan Nabi (Ahlul Bait) yang seketika menjadi yatim. Sejak itulah, umat Muslim memiliki sentimen emosional yang kuat untuk merangkul dan menghibur anak-anak yatim pada hari ini.

2. Amalan Mulia di Hari Asyura yang Bergelimang Pahala

Ilustrasi anak yatim (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)
Ilustrasi anak yatim (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)

Hari Asyura adalah waktu di mana pintu rahmat Allah SWT dibuka lebar-lebar. Biar hari ini penuh berkah, berikut adalah rincian amalan utama yang bisa kamu tunaikan:

Menyantuni dan Mengusap Kepala Anak Yatim

Aktivitas: Mengundang mereka makan bersama, memberikan santunan uang tunai, membelikan baju baru, atau sekadar mengusap kepala mereka dengan penuh kasih sayang. Dalam sebuah hadis disebutkan, siapa yang mengusap kepala anak yatim di hari Asyura, maka Allah akan mengangkat derajatnya lewat setiap helai rambut yang disentuhnya.

Melaksanakan Puasa Sunnah Asyura

Berpuasa satu hari penuh pada 10 Muharram. Keutamaan puasa ini sangat dahsyat, yaitu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil kita yang setahun lalu.

Melapangkan Nafkah untuk Keluarga

Memberikan uang belanja lebih, membelikan makanan kesukaan istri dan anak, atau memberikan hadiah istimewa untuk keluarga di rumah. Barangsiapa yang melapangkan nafkah keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun itu.

Memperbanyak Dzikir dan Sedekah Umum

Membaca Hasbiyallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashir serta bersedekah makanan (seperti tradisi Bubur Asyura) kepada tetangga sekitar.

3. Keutamaan Istimewa Menyantuni Anak Yatim

Ilustrasi anak yatim (pexels.com/namo deet)
Ilustrasi anak yatim (pexels.com/namo deet)

Biar kamu makin semangat untuk berbagi hari ini, berikut adalah keutamaan luar biasa bagi orang-orang yang gemar memuliakan anak yatim

- Menyantuni secara Materi Dijamin masuk surga bersama Rasulullah SAW dan jaraknya di surga sedekat jari telunjuk dan jari tengah.

- Mengusap Kepala & Menyayangi keutamaannya yakni melembutkan hati yang keras dan merupakan obat paling mujarab bagi orang yang merasa hatinya gersang.

- Memberi makan dan minum keutamaannya dijauhkan dari siksa hari kiamat dan Allah SWT akan memberikan keteduhan di padang mahsyar.

Nah, itulah sejarah dan deretan amalan mulia di Hari Asyura 10 Muharram. Mumpung hari ini pintunya sedang terbuka lebar, yuk luangkan waktu dan sedikit rezeki kita untuk mengukir senyuman di wajah anak-anak yatim di sekitar kita, Lur. Selamat berburu berkah Muharram!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More