Dorong Inovasi Akademik, UNS Tambah 9 Guru Besar Awal 2026

- UNS menambah 9 Guru Besar dari 7 fakultas
- Guru Besar memiliki peran strategis dalam inovasi dan solusi nasional
- Daftar lengkap 9 Guru Besar beserta judul pidatonya
Surakarta, IDN Times – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengawali tahun 2026 dengan capaian akademik membanggakan. Sebanyak sembilan tenaga pendidik resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam sidang terbuka yang dipimpin Rektor UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Selasa (27/1/2026). Pengukuhan tersebut menjadi bukti nyata komitmen UNS dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperluas kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
1. Ada 9 guru besar dari 7 fakultas

Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof Mohammad Jamin menjelaskan, sembilan Guru Besar tersebut berasal dari tujuh fakultas dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam. Fakultas Teknik menjadi penyumbang terbanyak dengan tiga Guru Besar baru.
Adapun fakultas lain yang turut menyumbang Guru Besar baru yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Peternakan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).
“Penambahan sembilan Guru Besar ini menunjukkan keseriusan UNS dalam membangun ekosistem akademik yang kuat, multidisipliner, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Jamin dalam konferensi pers, Senin (26/1/2026).
2. Peran strategis guru besar dalam inovasi dan solusi nasional

Menurut Prof. Jamin, Guru Besar tidak hanya berperan sebagai puncak karier akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemikir strategis yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan bangsa.
Beragam bidang keilmuan yang dikukuhkan mencerminkan fokus UNS dalam menjawab tantangan masa depan, mulai dari transformasi pendidikan, sains komputasi, pembangunan perkotaan inklusif, sosiologi pembangunan, kajian gender, ekonomi berkelanjutan, hingga teknologi sistem cerdas di era Industri 5.0.
“Keilmuan para Guru Besar ini diharapkan dapat memberi dampak langsung, baik melalui riset terapan, kebijakan publik, maupun penguatan nilai-nilai kebudayaan dan keberlanjutan,” jelasnya.
Dengan bertambahnya sembilan Guru Besar, UNS semakin optimistis melangkah sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang berdampak. Keberadaan para profesor baru ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset lintas fakultas, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
UNS juga menilai pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam mendorong riset kolaboratif yang tidak hanya berorientasi publikasi, tetapi juga memiliki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Guru Besar diharapkan menjadi lokomotif dalam membangun kolaborasi riset, memperkuat reputasi internasional UNS, serta menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Prof. Jamin.
3. Daftar sembilan guru besar lengkap dengan judul pidatonya

Berikut Nama-Nama Guru Besar yang dikukuhkan pada 27 Januari 2026:
1. Prof. Dr. Tri Murwaningsih, M.Si., Guru Besar BidangIlmu Pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan judul pidato pengukuhan Pembelajaran Inovatif: Investasi Strategis Kampus Berdampak DalamPengembangan Sumber Daya Manusia.
2. Prof. Dr. Ir. Eko Prasetya Budiana, S.T., M.T., Guru Besar Bidang Ilmu atau Sains Komputasi pada FakultasTeknik (FT), dengan judul pidato pengukuhan Aplikasi Komputasi Dinamika Fluida dan Perpindahan Panaspada Pengelasan Friction Stir Welding (FSW).
3. Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., Guru Besar Bidang Sektor Informal Kota pada Fakultas Teknik (FT), dengan judul pidato pengukuhan Menata TanpaMenyingkirkan: Tinjauan PKL, Ruang Publik, dan Tantangan Inklusivitas Kota.
4. Prof. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. Guru Besar BidangIlmu Sosiologi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosialdan Politik (FISIP) dengan judul pidato pengukuhanPembangunan Keterbelakangan (development of under development) dan Kebutuhan Transformasi Kritis Pendidikan Tinggi di Indonesia.
5. Prof. Dra. Sri Kusumo Habsari, M. Hum., Ph.D. Guru Besar Bidang Ilmu Gender dan Kajian Budaya pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dengan judul pidato pengukuhan Dekolonialisasi Gender di Indonesia: Melacak Jejak Fluiditas Peran Laki-Laki dan Perempuan.
6. Prof. Dr. Nooryan Bahari, M.Sn., Guru Besar BidangPenciptaan Seni Rupa pada Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), dengan judul pidato pengukuhan Dari Tradisi Ke Ekologi Kreatif: Riset Penciptaan Seni Rupa sebagai Paradigma Relasional (1991 – 2025).
7. Prof. Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., CBEc, Guru BesarBidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam pada FakultasEkonomi dan Bisnis (FEB), dengan judul pidato pengukuhan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Transformasi Pembangunan Ekonomi BerkelanjutanSebagai Fondasi Keilmuan Model Pariwisata Sirkular.
8. Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P., Guru Besar BidangTeknologi Produksi Ternak pada Fakultas Peternakan dengan judul pidato pengukuhan Peningkatan Kinerja Reproduksi Induk Sapi Potong Melalui Pemberian Pakan Kaya Protein dan Omega.
9. Prof. Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng. IPU. Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Sistem Cerdas dan Otomasi pada Fakultas Teknik (FT) dengan judul pidato pengukuhan Kolaborasi Manusia dan Mesin yang Harmonis: Rekayasa Sistem Cerdas Berkelanjutan Di Era Industri 5.0 UntukMeningkatkan Kualitas Hidup.

















